Ya (5)
Oleh Wak Amin
Di dalam ruangan kerja Kepsek ...
Bu Sita dan Bu Rani ...
"Jadi menurutmu bagaimana Bu Rani?"
"Eeem .. Maksud ibu?"
"Toilet kita itu. Maksud saya apa iya berhantu. Ibu sendiri kan tahu. Selama ini aman-aman saja kan."
"Biarlah nanti saya jelaskan pada anak-anak Bu, terutama pada Tina dan Tini .."
"Terima kasih Bu Rani. Cuma me nurut ibu sendiri, masuk akal eng gak sih toilet kita itu berhantu?"
"Eeem gimana ya Bu menjelaskan nya," kata Bu Rani. Agak ragu dia menjelaskannya.
"Jelaskan saja apa yang ada dalam pikiranmu Bu Rani."
"Baik Bu. Begini. Jika toilet itu ja rang dibersihkan, saya kira mung kin saja berhantu. Karena yang na manya hantu, setahu saya senang yang namanya tempat kotor dan tak berpenghuni."
"Apa mereka mengganggu Bu Rani?"
"Tergantung Bu."
"Maksud ibu?"
"Tergantung jenis hantunya Bu Sita. Ada yang super galak, galak saja dan juga ada yang biasa-biasa saja. Tapi menurutku, yang namanya hantu tetaplah hantu. Usil dan menyesatkan manusia."
"Apa perlu kita datangkan orang pin tar Bu untuk melihat dan jika mema ng ada sekalianlah mengusir mere ka dari rumah sekolah kita ini."
"Tak usah buru-burulah Bu Sita. Se mentara ini kita biarin dululah. Nan ti, bila ada lagi anak-anak yang ke na, baru kita datangkan orang pintar."
"Andaikata Bu Rani ya, makhluk ha lus itu ganggu anak-anak lagi, lalu sampai terjadi kenapa-kenapa, kita yang bakal disalahkan Bu. Itu yang saya kuatirkan. Mumpung belum ter lambat, kita bertindak cepat."
Bu Guru Rani belum memberikan jawaban ...
"Untuk sementara ini ibu pikirkan dulu usul dari saya ini. Tidak harus hari ini jawabannya, besok atau lu sa, bole. Yang penting jangan terlalu lamalah ..."
"Baik Bu." Akhirnya Bu Rani buka suara juga.
Beberapa saat kemudian ...
Terdengar siswa berteriak histeris. Guru dan siswa berhamburan. Mere ka mencari asal suara teriakan itu. Ternyata berasal dari ruangan kelas siswa kelas VIIl.
Mereka kesurupan massal ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar