Oleh aminuddin
HINDARI tujuh hal ini jika anda tak mau rugi dalam usaha :
1. Menggabungkan rekening pribadi dan perusahaan
Menggabungkan rekening pribadi A
Anda dengan perusahaan sangat tidak dianjurkan dalam pengelolaan usaha.
Anda akan kesulitan membedakan pengeluaran dan pemasukan untuk masing-masing kebutuhan. Alasan lainnya yakni Anda akan cenderung menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadi.
Manajemen keuangan yang timpang tindih ini akan mempengaruhi operasional perusahaan anda dan sulit menentukan angka profit yang sebenarnya. Biasakan untuk disiplin membagi kebutuhan bisnis dan pribadi.
2. Membiayai kebutuhan bisnis dengan uang pribadi
Masih berhubungan dengan poin yang telah dijelaskan sebelumnya, mengeluarkan dana untuk kebutuhan bisnis dengan uang pribadi yang anda miliki sangat tidak disarankan.
Akan lebih baik jika kartu kredit anda tidak digunakan untuk mem biayai keperluan usaha karena an da akan mengalami kesulitan untuk membuat laporan keuangan nantinya.
Pastikan bahwa segala keperluan bisnis, biaya meeting, atau traveling ditanggung oleh keuangan operasional perusahaan.
3. Tidak menyiapkan anggaran untuk masa mendatang
Di awal berdirinya perusahaan, sang pemilik usaha tersebut cenderung memutar lagi seluruh keuntungan yang mereka dapat untuk membiayai keperluan bisnis.
Tindakan seperti ini bisa membahayakan masa depan si pemilik itu sendiri karena dia tidak memiliki jumlah tabungan yang pasti.
"Roma tidak dibangun dalam sehari," begitu juga bisnis anda. Akan lebih baik apabila anda menyisihkan pendapatan anda untuk beberapa bulan ke depan, untuk berjaga-jaga ketika kondisi keuangan pribadi sedang tidak stabil.
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi beberapa tahun mendatang, oleh karena itu, sisihkan pendapatan untuk ditabung.
4. Tidak memiliki anggaran operasional
Setiap perusahaan pasti memiliki dana operasional. Kesalahan terbesar seorang pengusaha adalah tidak memiliki anggaran untuk keperluan operasional kantor.
Bagaimana anda mengukur keun tungan apabila anda tidak tahu be rapa jumlah uang yang dike
luarkan oleh perusahaan anda?
Anda dapat mematok anggaran setiap bulan dan meningkatkan jumlahnya ketika bisnis sudah stabil nanti. Jangan sampai besar pasak dari pada tiang.
5. Tidak membuat rencana pensiun
Setiap pengusaha pasti memiliki ke inginan untuk pensiun suatu saat nanti. Tidakkah anda ingin memetik hasil kerja anda selama bertahun-tahun?
Dana pensiun sangat penting untuk dikumpulkan mulai dari sekarang agar ketika saatnya anda benar-benar sudah tidak bekerja, anda memiliki cukup dana untuk menikmati hidup.
Perhitungan dana pensiun dapat dilakukan oleh pakar keuangan atau menyisihkan sebagian keuntungan yang anda peroleh secara berkala.
6. Tidak memiliki dana darurat
Dana darurat ini biasanya berbentuk tabungan tunai karena sifatnya darurat dan bisa dicairkan kapan saja anda butuhkan.
Selain menabung dan membiayai perusahaan, anda pun harus memiliki dana darurat untuk keperluan yang tak terduga seperti, kecelakaan kerja, ganti rugi konsumen dan lain sebagainya.
Dana darurat cukup penting dalam sebuah manajemen keuangan supaya anda tidak terlibat hutang yang menumpuk.
7. Melakukan promo yang terlalu banyak
Kita hidup dalam kondisi ekonomi bisnis yang sangat kompetitif terlepas dari usaha yang digeluti. Perusahaan anda akan mengalami persaingan ketat.
Namun tak lantas anda harus mem berikan diskon besar-besaran kepa da klien hanya karena anda ingin menang tender.
Memberikan potongan harga yang terlalu besar bisa berdampak pada kualitas produk atau servis dan profit yang akan anda peroleh.
Tentukan harga jual yang sesuai dengan kemampuan dan dana operasional yang dikeluarkan.
____
Liputan6.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar