Rabu, 15 Agustus 2018

Ya (6)

Ya (6)
Oleh Wak Amin

"PAK Haji Asnawi ada Bu Teti?"

"Ada tadi Bu Sita."

"Cepat beritahu dia."

"Baik Bu."

Pak Haji Asnawi, guru agama SMP Desa Kita Bahagia, baru saja ma suk ke pekarangan sekolah. Dia ba ru saja kembali menemui salah seorang warga yang hendak mem bantunya menggarap sawah ke punyaannya.

Kehadiran Ustad Asnawi tepat wak tu. Siswa kesurupan namun belum sempat melakukan hal-hal yang membahayakan.

"Kalian cepat ambil wudhu'," kata Ustad Asnawi pada beberapa  sis wa kelas VIII.

Sementara para guru yang sebagi an memang masih dalam keadaan berwudhu' membaca shalawat Nabi sebanyak tujuh kali yang kemudian dutiupkan di tangan dan meletak kan tangan itu di dahi, ke atas dan ke bawah.

Setelah itu, Ustad Asnawi meminta siswa yang baru selesai mengambil air wudhu serentak menguman da ngkan azan di telinga kanan siswa yang kesurupan.

Beberapa saat kemudian, tak ter de ngar lagi suara jeritan. Hanya bebe rapa siswa terutama perem puan yang masih menangis tersedu sedan.

"Alhamdulillah," ucap Bu Guru Rani, serta merta memeluk dan mencium haru siswinya yang sudah sadar kembali.

"Ini Bu Rani airnya," kata Bu Teti sambil memberikan segelas air putih pada Bu Rani.

Air putih itu kemudian diminum Tina dan Tini secara bergantian. Sementara siswa yang lain diberi minuman oleh Ustad Asnawi, Bu Sita, Bu Herlina, Bu Karsi, Pak Hi dayat dan siswa dari kelas lain.

"Kesurupan itu biasanya terjadi ka rena adanya pikiran kosong dan kontak diri kita dengan mahkluk halus yang menjadikan energi kita dan mereka tidak imbang," jelas Ustad Asnawi beberapa saat se telah kesurupan massal sudah teratasi.

"Di antara ciri-cirinya adalah jika dipegang  jempol kakinya akan kesakitan. Dan tangan mereka akan terkepal keras," kata Ustad Asnawi lagi.

Gigi  merapat keras dan mata  me nutup kencang. "Karena jin biasa nya bersembunyi di tempat-tempat itu," terang Ustad Asnawi.

Kekuatannya berlipat ganda dalam meronta-ronta. Jika dibacakan na ma Allah atau ayat suci akan berte riak atau menjerit-jerit.

"Suhu badanya akan menjadi di ngin. Di beberapa bagian tubuhnya akan mengeras dan kaku," kata Ustad Asnawi.

Cara mengatasinya, "Kita harus tenang dan yakin bahwa mereka yang kesurupan bisa kita atasi secepatnya," ujar Ustad Asnawi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar