Jumat, 28 September 2018

Dua Menara (10)

Dua Menara (10)
Oleh aminuddin




"KAMPRET .." Maki Brewok. Kesal bukan main.

Saking kesalnya, dia tendang apa saja yang ada di depannya. Mulai dari batu kerikul, tumpukan rumput, ranting pepohonan, dan bahkan me ninju batang pohon.

Auuuuw ..

"Aduh ..."

Meringis kesakitan. Jemarinya berdarah.

Ha ha ha ha ...

"Makanya Bro. Tengok-tengoklah kalau kesal itu. Ini batang pohon, bukan roti seperti yang kau biasa makan setiap pagi ..."

He he he he ...

Pelontos ketawa kian menjadi-jadi.

"Gimana ini Bro?" Tanya Brewok. Masih kesal.

"Tak usah kejar lagi dia," kata Pe lontos. "Sebaiknya kita lapor Bos saja. Kan beres ..."

"Beres jidatmu .. Bos pasti marah besar tauu .."

"Tak usah pusinglah kau. Kita kata kan saja. Warga sekampung menge jar kita. Larilah ... Kan beres.'

"Lalu bos percaya?"

"Pastilah .."

"Kamu yakin Bro?"

"Yakinlah Wok. Kita katakan pada Bos, kalau kita tak lari, habislah ki ta. Soal dia yang kita kejar, urusan nantilah..."

"Tapi Bro ..."

Brewok seolah menahan sesuatu. Lalu terdengar ... Kroook .. Kroook .. Kroook ...

Ha ha ha ha ...

"Lapar ya?" Ledek Pelontos.

"Iya Bro. Minta diisi kayaknya .."

He he he he ...

Kriiiing ..

Kriiing ...
.
"Angkat taun .."

Bos Husin marah.

Ada apa?

"Gimana? Beres kan?" Tanya Bos Husin. Dari semula ceria berubah merah padam mukanya setelah tahu dua anak buahnya gagal menangkap Firdaus.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar