Yaman dan Pertemanan (3)
Oleh aminuddin
Perang Yaman (1)
- Pelatihan Tentara Bayaran
Beberapa sumber yang dekat dengan Komite Intelijen AS mengungkap adanya pelatihan gerombolan tentara bayaran di Israel yang didukung langsung oleh UEA untuk bertempur di Hudaydah, Yaman.
“Ratusan tentara bayaran dari berbagai negara sedang turut andil dalam serangan ke Hudaydah, tujuannya adalah untuk menguasai Hudaydah,” tulis portal berita online, al-Khaleej, seperti dikutip memo pada Kamis (20/9).
Kantor berita itu juga menjelaskan pelatihan ini dilakukan di padang pasir Negev yang terletak di wilayah kependudukan Palestina.
Lokasi ini dipilih karena dianggap menyerupai kondisi di Yaman, sehingga nantinya para tentara bayaran itu siap untuk bertempur di lokasi sesungguhnya.
Akhir Juni lalu, koalisi militer telah melakukan gempuran besar-besaran di Kota Hudaydah. Sayangnya, serangan yang bertujuan untuk merebut kendali kota tersebut dari kelompok Houthi, menemui kegagalan. Dalam serangan itu, koalisi justru banyak membunuh warga sipil setempat.
Pada Senin malam (17/9), pasukan koalisi mengumumkan akan kembali melakukan serangan di Hudaydah dan menutup akses dari Hudaydah menuju Sana’a.
Akses ini merupakan akses utama yang digunakan oleh masyarakat Yaman untuk menerima suplai bantuan memenuhi kehidupan sehari-hari.
Pasukan koalisi berdalih, pemutusan akses bantuan ini ditujukan untuk mempersempit ruang gerak kelompok Houthi, Yaman.
Sampai saat ini, kondisi kemanusiaan di Yaman semakin memburuk. Ribuan anak divonis berada dalam kondisi kelaparan akut.
- Anak-anak Yaman Tewas Dibom
Sebuah laporan terbaru oleh CNN mengekspos bom buatan AS yang sering digunakan untuk membunuh warga sipil di Yaman.
Menurut media ini, Arab Saudi sebagai sekutu regional dan pembeli senjata utama AS, menggunakan bom buatan AS dalam agresi mereka di Yaman.
Di dalam laporan berjudul “Made in America” yang diterbitkan pada Selasa (18/9/18), seorang investigator CNN menemukan sisa-sisa bom buatan AS di tempat terjadinya serangan udara yang menewaskan anak-anak sekolah.
Badan HAM independen Yaman, Mwatana, juga memberikan CNN akses eksklusif ke dokumen-dokumen yang membuktikan bahwa bom AS ada di dalam serangan-serangan sejak 2015.
Mwatana, yang melaporkan kejahatan dari semua pihak dalam konflik Yaman, menggunakan jaringan peneliti lapangan mereka untuk mengumpulkan bukti di tempat serangan.
Badan ini lalu berkonsultasi dengan ahli senjata untuk mengidentifikasi senjata berdasarkan nomor seri yang ditemukan di pecahan.
Sebagai kesimpulan, Mwatana menemukan perusahaan senjata raksasa AS, Lockheed Martin, bekerja sama dengan Saudi dalam serangan bis sekolah di Yaman beberapa waktu lalu.
- Eksplotasi Minyak
Hingga saat ini, pemerintah Arab Saudi masih tetap memberlakukan invasi militernya terhadap Yaman. Puluhan ribu nyawa warga Yaman telah melayang, dan saat ini, jutaan warga Yaman menderita kelaparan akut.
Tak berhenti di situ saja, agresi militer terhadap Yaman itu juga telah melahirkan banyak persoalan baru, seperti munculnya wabah kolera yang disebut-sebut sebagai wabah terburuk sepanjang sejarah.
Berbagai bantuan jangka pendek, seperti makanan, obat-obatan, dan lain sebagainya nyatanya tidak mampu mencukupi kebutuhan warga Yaman.
Sebab, berbagai fasilitas yang ada serta mata pencaharian warga Yaman juga telah hancur oleh rudal-rudal militer Arab Saudi.
Singkatnya, krisis kemanusiaan yang saat ini melanda Yaman sudah sampai pada level yang sangat mengkhawatirkan.
Satu-satunya jalan untuk memulihkan keadaan tersebut adalah dengan menghentikan agresi militer ke Yaman.
Sebab Arab Saudi, berdasarkan atas hukum internasional, tidak berhak ikut campur terhadap konflik internal di Yaman, apalagi melakukan agresi militer ke negara itu.
Pasal 51 piagam PBB menyebutkan bahwa sebuah negara tidak boleh memerangi negara lain tanpa mendapatkan izin dari Dewan Keamanan PBB.
Arab Saudi telah melanggar pasal tersebut, karena telah memerangi salah satu negara anggota PBB (Yaman) tanpa izin dari DK PBB.
Atas dasar itu, agresi militer Arab Saudi ke Yaman adalah tindakan illegal. Berbagai organisasi HAM dunia telah mengecam keras agresi militer itu dan menuntut agar tindakan bar-bar tersebut segera dihentikan.
Tapi mengapa Arab Saudi tetap ngotot melakukan invasi ke Yaman?
Ternyata, meskipun Yaman tergolo ng sebagai negara kecil, tetapi sia pa sangka, memiliki cadangan mi nyak yang begitu besar.
Bahkan ada yang menyebut cada ngan minyak Yaman saja bisa me menuhi kebutuhan minyak dunia.
Ungkapan ini bukanlah omong kosong. Laporan USGS tahun 2002 telah menyebutkan hal itu. Bahkan, tulis laporan tersebut, di sela-sela bebatuan pun tersimpan cadangan minyak yang begitu besar.
Terdapat 50 kilang minyak produktif dengan kualitas dunia ada di Yaman. Cadangan minyak yang melimpah ruah ini ditambah lagi dengan cadangan gas alam yang mencapai 19 triliun kaki kubik.
Perlu dicatat juga bahwa Yaman terhitung sebagai negara Arab produsen emas ke-6 dunia.
Segala kekayaan yang tersimpan di Yaman ini adalah faktor yang membuat Arab Saudi tetap ngotot untuk mempertahankan kekuasaannya atas Yaman.
Tetapi sayangnya, ‘hijaunya’ mata pemerintah Arab Saudi saat menakar kekayaan alam Yaman itu telah membuat ia buta terhadap jutaan manusia di Yaman yang saat ini menderita akibat agresi militer yang ia lakukan.
Beberapa hari lalu, beredar informasi tentang pembangunan jalur pipa minyak melintasi Yaman hingga Laut Arab oleh pemerintah Arab Saudi.
Arab Saudi berkepentingan untuk membangun jalur pipa minyak melewati Yaman agar nantinya tidak lagi tergantung pada Selat Hormus yang berada di bawah kekuasaan Iran, rival Arab Saudi.
Ketegangan demi ketegangan yang terjadi antara Arab Saudi dengan Iran, semakin memperkuat keinginan Arab Saudi untuk menguasai Yaman, agar nantinya tidak lagi tergantung pada Iran.
Berdasarkan atas keterangan di atas, tahulah kita bahwa Yaman memiliki arti yang begitu penting bagi Arab Saudi dan negara itu akan melakukan segala cara untuk tetap berkuasa atas Yaman, meski harus melanggar segudang aturan yang berlaku.
____
Liputanislam.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar