Sabtu, 29 September 2018

Dua Menara (11)

Dua Menara (11)
Oleh Wak Amin




"KEJAR dia. Tangkap hidup-hidup!" Perintah Bos Husin.

"Kejar kemana Bos?" Tanya Pelon tos. Dia sangat Nervous. Dia sangat menyesal kenapa mau mengangkat telepon dari Sang Bos.

Coba kalau tidak, aman-aman saja kan ...

"Tos, apa kamu bilang tadi?"

"Si ... Siap Bos!"

"Mana Brewok?"

"Kencing Bos."

"Cepat kejar tuh orang sama Bre wok. Jangan lupa kontak saya. Paham?"

"Paham Bos."

"Alhamdulillah," ucap Pelontos. Rupanya didengar Bos Husin

"Apa kamu bilang tadi haaa?"

"Anu Bos ..."

"Anu apa?"

"Alhamdulillah. Masih diberi kesem patan .."

"Kesempatan apa?"

"Kesempatan mencari tuh anak ingusan ..."

"Oh begitu. Awas gagal lagi."

"Siap Bos."

Hik hik hik hik ...

Hek  hek hek hek ...

Brewok ketawa geli.

"Wok .."

"Kena marah Bos kan?"

"Ya, ya. Senang ya liat teman susah habis kena marah."

Hik hik hik hik ...

"Mau bagaimana lagi? Masa Bos dilawan .. Tak mungkinlah."

Ha ha ha ha ...

"Sudah .. Sudah. Jangan bikin aku marah ..."

Melihat Pelontos naik pitam, Bre wok 'ngeper' juga.

"Maaf Bro. Aku tak bermaksud membuat kamu marah."

"Sudah, sudah. Yuk kejar dia. Itu perintah Bos. Cepaaat!"

"Kemana Bro kejarnya?"

"Pasti dibawa ke rumah sakit. Yuk kita cari rumah sakit terdekat. Mum pung belum lama ..."

Pakai apa kejarnya?





Tidak ada komentar:

Posting Komentar