Kreatif Menulis Feature (12)
Oleh aminuddin
8. Feature Penjelasan/Latar Belakang
Mundur karena Kesandung Korupsi
ANDI Alfian Mallarangeng resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Keputusan mundur tersebut diambil Andi menyusul penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek pembangunan sekolah olahraga nasional di Hambalang, Jawa Barat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sebelum mundur, Andi meminta izin terlebih dahulu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dan hasilnya, Presiden pun setuju. Andi kemudian mengumumkan pidato pengunduran dirinya di kantor Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta (Jumat, 7/12).
Berikut kutipan lengkap pidato pengunduran diri Andi Mallara ngeng:
'Sehubungan dengan pengumuman penetapan KPK tentang pencekalan saya kemarin, 6 desember 2012, maka pagi tadi saya telah menghadap bapak presiden republik Indonesia dan mengajukan surat pengunduran diri saya sebagai Menpora, yang mulai berlaku hari ini.
Tadi saya bertemu dengan Bapak SBY di Kantor presiden. Saya menjelaskan kepada beliau mengenai situasi yang terkait dengan saya. Beliau memahami penjelasan saya serta menerima pengunduran diri tersebut.
Bagi saya jabatan adalah amanah dan pengabdian. Saya ingin membantu presiden SBY untuk menjalankan pemerintahan dan memajukan indonesia.
Dengan diumumkannya pencekalan saya oleh KPK, saya tidak mungkin lagi menjalankan tugas-tugas saya sebagai menteri dengan efektif.
Saya juga tidak ingin menjadi beban bagi bapak presiden dan kabinet indonesia bersatu II. Roda pemerintahan harus tetap berjalan dengan baik, persoalan hukum terkait.
Saya menghormati keputusan KPK serta akan mengikuti apapun proses hukum yang diperlukan nantinya.
Sejak awal, saya selalu menekankan bahwa saya dan seluruh jajaran Kemenpora siap bekerja sama penuh dalam proses hukum untuk menuntaskan kasus Hambalang.
Saya harap kasus ini segera dituntaskan agar duduk perkaranya menjadi jelas. Siapapun yang bersalah harus bertanggung jawab secara hukum namun mereka yang tidak bersalah harus pula dinyatakan tidak bersalah.
Saya yakin bahwa dugaan yang banyak dilontarkan kepada saya di berbagai media massa adalah tidak benar. Selama menjadi menteri, serta sepanjang karir profesional saya, saya selalu berusaha menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan selurus-lurusnya.
Sejak mahasiswa, saya ikut menyuarakan perlunya pemerintahan yang bersih, baik, dan berwibawa. Sampai hari ini, idealisme tersebut terus saya pegang teguh.
Mulai besok, saya akan berkonsentrasi untuk mempersiapkan diri mengikuti proses hukum, kalau perlu sampai ke pengadilan.
Saya masih percaya bahwa pengadilan di negeri kita adalah tempat mencari keadilan dan kebenaran.
Menyangkut diri saya, Insya Allah, pada waktunya nanti kebenaran dan keadilan akan terungkap dengan seterang-terangnya.
Pada kesempatan ini, dari hati yang tulus, saya berterima kasih kepada bapak presiden dan wakil presiden atas kepercayaan dan bimbingan yang diberikan kepada saya selama ini.
Saya juga berterima kasih atas kerja sama erat seluruh jajaran Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, mitra kerja Kemenpora, para atlit, pelatih, insan olahraga, serta para pemuda dan pramuka di seluruh tanah air.
Secara khusus, kepada seluruh staf, karyawan, dan jajaran kepemimpinan Kemenpora yang telah membantu tugas-tugas saya selama ini, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya.
Teruskan perjuangan
Kemenpora dalam mempersiapkan pemuda indonesia untuk menjadi manusia yang utuh, berkarakter, produktif dan siap bersaing dengan pemuda dari bangsa lainnya.
Teruskan tekad kita agar dunia olahraga indonesia mampu mengharumkan nama bangsa di mata dunia.
Kepada para sahabat yang selama ini telah membantu, saya juga menyampaikan terimakasih dari hati yang tulus.
Akhirnya, saya memohon maaf kepada semua pihak jika ada kesalahan yang telah saya lakukan, baik disengaja maupun tidak.
Di atas segala-galanya, saya berharap bahwa dari kasus hambalang ini, apapun nanti kesimpulan akhirnya, kita semua dapat memetik pelajaran berharga untuk membangun sebuah tata pemertintahan, serta sebuah negeri, yang lebih baik lagi di masa depan.
Saya menemui SBY-Boediono untuk izin mengundurkan diri di dampingi Agung Laksono selaku Menkokesra dan Sesmenkab. '
___
Rmol.co
Tidak ada komentar:
Posting Komentar