Jumat, 14 Desember 2018
Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (3)
Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (3)
Oleh aminuddin
Wanita Di Balik Terbunuhnya Ali bin Abu Thalib
RASULULLAH SAW bersabda, "Ti daklah aku tinggalkan sepeninggal ku fitnah (cobaan) yang lebih berba haya bagi kaum laki-laki daripada (fitnah) wanita." (Muttafaq alaihi).
Masyhur di kalangan umat ini ten tang sebuah golongan yang banyak menimbulkan kekacaun negeri. Me reka adalah golongan khawarij.
Golongan ini muncul pertama kali pada zaman Rasulullah SAW ketika dalam peristiwa pembagian harta ghanimah pada perang Hunain.
Datanglah seorang lelaki kepada Na bi SAW dan serta merta menga takan, "Berbuat adillah hai Muham mad!"
Nabi SAW menjawab, "Dan celaka lah, siapa yang bisa berbuat adil, selain keadilanku."
Pesatnya paham ini di masa peme rintahan Khalifah Ali ra ketika ter jadinya Perang Siffin.
Mereka menyempal dari barisan pa sukan Ali dengan alasan Ali telah berbuat maksiat kepada Allah SWT.
Setelah kejadian itu mereka mening galkan Bashrah menuju ke suatu daerah yang bernama Harura. Ka um Khawarij ini dinamakan juga dengan haruriyun/haruriyah.
Imam Ali memerangi mereka dalam perang An-Nahrawan, dan mereka berhasil dikalahkan ...
Ibnu Faraj Al-Jauzi dalam kitab 'Dza mulhawa' mengatakan, "Siapa yang tidak kenal dengan pembunuh ma syhur ini, dia lah Abdurrahman ibnu Muljam, sang pembunuh khalifah Ali radhiallahu anhu. Abdurrahman ibnu Muljam dulunya seorang ahlus sunnah, fasih dalam Alquran, dan taat menjalankan agama. Dia di utus oleh Khalifah Umar bin Khat tab ke Mesir untuk mengajar penduduknya."
Kemudian ia bertemu dengan seo rang wanita berwajah cantik berna ma Qatham, putri Syajnah bin Adi.
Seorang wanita yang ayah dan sau dara laki-lakinya tewas dalam Pe rang Nahrawan, langsung meneri ma tawaran tersebut dengan syarat mahar 3000 dinar dan membunuh Imam Ali as.
Ibnu A'tsam al-Kufi menyebutkan kecintaan Ibnu Muljam kepada Qatham adalah alasan untuk mem bunuh Amirul Mukminin dan berkata:
"Setelah Perang Nahrawan dan sebelum tibanya Ali as ke Kufah, Ibnu Muljam sudah tiba di Kufah dan menyampaikan berita tentang terbunuhnya para Kahwarij kepada para pendukungnya. Dia di Kufah menaruh hati kepada seorang wanita bernama Qatham putri ashbagh at-Tamimi dan memintanya untuk menikah dengannya."
Dengan penukilan ini, Abdurrahman pada 23 Ramadhan menetap di ru mah Qatham. Ia meminum arak sampai mabuk ...
Karena sudah terdengar suara azan subuh ia terbangun sebab Qatham membangunkannya dan mengu tusnya ke masjid Kufah .
Dan akhirnya ketika Ali as bangun dari rukuk pada rakaat kedua dan hendak melakukan sujud, pedang Ibnu Muljam bersarang di bagian kepalanya.
Berdasarkan sumber-sumber yang ada, Ibnu Muljam al-Muradi pada waktu sahur malam ke 19 Rama dhan dengan pedang yang berlumu ran racun, telah membelah kepada Ali as di mihrab masjid Kufah.
Tentang hal ini, seorang penyair berkata:
"Aku tidak melihat mahar yang dibawa oleh orang yang punya kehormatan ...
Seperti mahar Qatham yang sedemikian jelas tidak samar ..
Mahar 3000 dinar, hamba sahaya, biduanita
Dan membunuh Ali dengan pedang yang tajam ...
Tidak ada mahar yang lebih mahal dari Ali meskipun berlebihan ..
Tidak ada kebengisan yang melebi hi kebengisan Ibnu Muljam."
___
- Dzammul hawa yang ditahqiq Musthafa Abdul Wahid hal. 361]
- https://m.inilah.com>news>detail>wa ...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar