Mangkuk (26)
Oleh Wak amin
SSSTT ..
"Mereka lagi, Clean."
Letnan Ratna mengarahkan pan dangannya ke depan. Bu Anisah, Lisa dan Sufyan baru saja menem pati tempat duduk yang disedia kan.
"Pasti ada yang lain lagi nich, Clean."
"Ya. Bisa jadi ..."
"Kita ..." Letnan Ratna menyarankan agak menjauh dari posisi sempat duduk keluarga Mr James.
Baru setelah Mr Jango dan William masuk kedai, Letnan Ratna dan Mr Clean pergi ke belakang, sebelum ke luar dari kedai.
"Biar aku saja yang mendekati me reka Let. Kamu tunggu di sini."
Ketika sudah berada di pintu masuk kedai, Mr Clean tak menemukan Mr Jango dan William.
"Entah kemana mereka pergi. Saya akan cari tahu Let ..."
"Hati-hati Clean."
Bergerak ke kanan, ada sebuah lo rong kecil. Dari lorong menuju gu dang dan kamar ini, Mr Clean me nemukan jejak sepatu.
Mr Clean menghentikan langkah nya. Dia berjongkok, memeriksa jejak sepatu menuju pintu keluar samping kedai.
"Pasti mereka merencanakan se suatu. Aku harus secepatnya mene mukan mereka," kata Mr Clean da lam hati.
Dia berdiri. Mengendap-ngendap melangkah ke kanan, mendekat ke pintu keluar.
Baru beberapa langkah, sebuah pu kulan keras menghantam kepala Mr Clean.
Jatuh pingsan ...
Saat bersamaan, di ruang utama pe ngunjung kedai, tiga pelor dari mun cung senjata William menewaskan Bu Anisah, Sufyan dan Lisa.
Ketiganya tewas seketika. Meski tak terdengar suara tembakan, se pasang lansia yang menempati kur si tak jauh dari Bu Sufyan, berteriak ketakutan.
Pria berambut putih itu kaget bukan kepalang melihat Bu Anisah dan dua anaknya jatuh dari kursi, terge letak di lantai ...
Pengunjung panik ..
Sebagian bersembunyi di balik kur si, sebagian lagi berlari ketakutan ke luar kedai ...
Saat bersamaan, Letnan Ratna ber gegas masuk. Dia mengontak ma bes dan meminta petugas segera datang ke lokasi untuk mengidenti fikasi tiga jenazah korban penem bakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar