Oleh aminuddin
Mediator
KEDUDUKAN penyelia (supervisor) dalam struktur manajen sangatlah penting. Ia menjadi mediator antara manajemen dan karyawan lapa ngan/ pelaksana.
Bagi organisasi penyelia berperan dalam mewujudkan nilai-budaya/organisasi dan menerapkan kebi jakan-kebijakan pada kegiatan operasional.
Melalui penyelia, diharapkan kelan caran dan kesuksesan program kor porat dapat terlaksana secara optimal.
Fungsi manajerial seorang penyelia pada dasarnya lebih terletak pada penerjemahan kebijakan perusa ha an pada ruang lingkup yang cukup terbatas dan tertentu saja (seksi, ke lompok kerja, shift, regu dan lain-lain).
Dengan demikian, fokus tugas ma najerial dari seorang penyelia sela ku ujung timbak manajemen lebih pada hal-hal yang bersifat teknis/operasional, baik yang berkaitan dengan manusia maupun peker jaan.
Ada dua pola supervisi yang sering berkembang dalam menanggapi ke inginan bawahan yakni supervisi umum dan supervisi otokratis.
Supervisi umum (general supervi sion) adalah proses mekanisme operasional yang memberikan ke sempatan seluas-luasnya pada bawahan untuk berpartisipasi dalam pencapaian sasaran.
Cara melakukan supervisi umum adalah ..
> Tetapkan tujuan.
> Diskusikan dengan bawahan sasa ran spesifik yang akan dicapai da lam tujuan tersebut.
> Tentukan aturan yang harus dipatuhi dalam menjalankan tugas dengan tetap memberi keleluasaan
pada bawahan.
> Dorong bawahan untuk menetap kan pendekatan dan sasaran priba di sesuai tujuan yang hendak dicapai.
Supervisi umum ini memiliki ba nyak keuntungan, antara lain :
<> Memungkinkan penyelia dapat berperan sebagai manajer, yang memberinya cukup waktu untuk melakukan perencanaan, pengor ganisasian dan pengendalian.
<> Memberi kesempatan pada ba wahan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan.
<> Memotivasi bawahan dengan tu rut serta menikmati keberhasilan departemen.
Bagaimana dengan supervisi otokri tas?
Supervisi otokritas (autocratic su pervision) sering dilakukan oleh pe nyelia yang percaya bahwa wewe nang formal merupakan sarana ter baik untuk mencapai sasaran.
Ciri-iri supervisi otokritas :
< Menggunakan tekanan dan kontrol.
< Asumsi dasar yang digunakan adalah 'orang pada dasarnya cenderung pemalas'.
< Menginstruksikan pekerjaan secara terinci, poin demi poin, pernik-pernik pekerjaan.
< Tidak mengijinkan bawahan mela kukan pekerjaan dengan pendeka tan dan caranya sendiri.
< Delegasi dipandang akan mem perlemah posisi dan kewibawaan nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar