Kamis, 13 Desember 2018

Mangkuk (19)

Mangkuk (19)
Oleh Wak Amin




Selidik Satu

DI pusat perbelanjaan ...

"Kita pencar aja Bro. Kau ke kanan, aku ke kiri," kata Mr Jango.

Keduanya sama-sama turun dari mobil. Berjalan cepat mengikuti orang yang berbeda.

Mr Jango mengikuti seorang perem puan muda bersama anak perem puannya, sedangkan William 'meng untit' seorang remaja berambut ikal hitam.

"Mam ..." Si anak gemeteran sambil memohon ibunya menoleh sejenak ke belakang.

"Kenapa?" Tanya sang ibu kehera nan. Tak biasanya si buah hati ge metaran.

"Om itu Ma. Om itu ..."

"Kenapa sayang. Apa naksir ka mu?" Ledek sang mama.

"Mama sih. Bandel."

"Oke .. Oke. Mama akan lihat ke belakang ya. Tiga, dua, satu ..."

Haaaa ...

Sepi. Tak ada orang di belakang. Hanya petugas cleaning service sedang bertugas membersihkan lantai mal.

"Salah liat kamu say. Buktinya eng gak ada siapa-siapa. Coba lihat se kali lagi ..."

Lama memandang ...

"Sudah say yuk. Nanti kamu kecan tol pula," ledek sang mama ..

"Sekarang telepon kakakmu!"

Yang ditelepon ogah mengangkat hapenya. Bukan tak mau.

Si remaja lagi asyik ngobrol dengan cewek bule ...

Sambil melatih conversation ingg risnya, karena sama-sama muda, ' spantar' lah kira-kira, obrolan jadi nyambung.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar