Minggu, 23 Desember 2018

Mangkuk (28)

Mangkuk (28)
Oleh Wak Amin



GEMAS dan ingin mencubit lengan Mr Clean, Letnan Ratna terpaksa gigit jari karena koleganya itu kebu ru  dibawa dengan mobil ambu lance ke rumah sakit ...

Di rumah sakit, Mr Clean mendapat perawatan di ruang khusus demi ke amanan. Dijaga seorang petugas ke amanan. Tidak boleh sembarang orang boleh masuk ...

Letnan Ratna baru bisa bertemu.Mr Clean dua jam kemudian setelah dokter yang memeriksanya mengi zinkan.

"Hai," sapa Mr Clean dengan kepala dibalut perban putih.

"Hai juga," balas Letnan Ratna. Me nuangkan air putih ke dalam gelas.

Dia minum ...

"Haus ya say?"

Letnan Ratna penasaran ..

"Apa kamu omongkan tadi Clean. Tolong diulang ..."

"Haus ya say?"

"Romantis banget. Pakai say-say segala ..."

"Kenapa Let. Enggak boleh ya?"

"Eeem .. Boleh. Boleh Clean."

"Alhamdulillah. Aku bersyukur punya calon isteri seperti kamu Let."

"Astaghfirullahal azhiem," ucap Letnan Ratna dalam hati.

"Let."

"Ya Clean .."

"Mendekatlah ke aku," pinta Mr Clean.

Letnan Ratna bergeser posisi dari berdiri di dekat telapak kaki duduk berhadapan dengan Mr Clean.

"Bagaimana Let. Apa yang sebenar nya terjadi padaku?"

"Kamu ditemukan seorang pelayan kedai tergeletak pingsan."

"Kok bisa ya?"

"Bisalah Clean. Menurut hasil peme riksaan kepalamu dipukul oleh sa lah seorang pelaku. Tapi persisnya belum tahu."

"Terus .."

"Ada dua orang pelaku Clean. Satu tewas saya tembak," kata Mr Clean lega.

"Yang satunya lagi berhasil melo loskan diri."

"Enggak dikejar Let?"

"Sudah. Tapi barusan saya dapat ka bar petugas yang saya minta me ngejar si pelaku bilang kehilangan jejak."

"Sayang sekali .."

"Oh ya Clean. Maaf kelupaan. Si ibu dan dua anaknya yang kita lihat be rada di kedai tewas dibunuh pe la ku. Mereka adalah anak dan isteri Mr James. Begitu Clean informasi terakhir yang saya dapat .."

"Kasihan mereka, Let."




Tidak ada komentar:

Posting Komentar