Oleh aminuddin
DALAM praktek menulis berita di surat kabar, terutama yang terbit sebagai harian, pokok berita (lead) harus yang menarik. (5)
Demikian pula dalam membuat se buah tulisan, artikel atau karangan khas. Beda jurnalistik dakwah de ngan jurnalistik biasa hanyalah pa da penguasaan tentang ilmu agama. (6)
Seorang pekerja jurnalistik dakwah paling tidak memiliki referensi keis laman. Karena bila terdapat suatu kesalahan dalam menulis soal aga ma, tentu berakibat fatal.
______
(5)
LEAD atau Teras Berita (‘teras’ = inti, bukan ‘teras’ = beranda) merupakan bagian paling penting dari fakta yang dikumpulkan. Lead berita terdapat di alinea pertama yang harus memenuhi syarat sebagai berikut:
• Bagian paling penting dari fakta yang diberitakan.
• Ditulis lengkap, singkat, dan padat.
• Disajikan secara sederhana, mudah dipahami, dan menarik.
Lead memuat lengkap jawaban terhadap pertanyaan 5W + 1H (what, who, where, when, why, dan how), namun penulisannya harus singkat dan padat jumlah kata biasanya amtara 26-30 kata.
Kadang tidak semua jawaban 5W+1H bisa dimuat dalam lead, karena kalau dipaksakan alineanya akan terlalu panjang. Jika demikian, maka unsur why dan atau how bisa dimuat di alinea berikutnya.
Lead seharusnya menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami. Maka kata yang dipilih haruslah yang sudah diketahui artinya oleh khalayak.
Kata dalam bahasa asing maupun bahasa daerah sebaiknya dihindari. Apalagi kalau kata itu belum akrab bagi khalayak.
Begitu juga kalimat yang diguna kan, haruslah yang gampang dipa hami oleh mereka. Sedapat mung kin menggunakan kalimat tunggal dan menghindari kalimat majemuk.
Di samping itu, penulisan lead harus diawali dengan unsur 5W+1H yang paling menarik. Biasanya mulai unsur what, namun kalau menyangkut orang penting (prominence) harus dimulai unsur who.
Jarang sekali lead dimulai unsur where dan when, karena kedua unsur tersebut biasanya hanya sebagai pelengkap. Namun jika unsur where atau when itu memang penting, bisa saja lead dimulai dari unsur tersebut.
Jenis teras (lead) berita :
1.Who lead (Teras Berita Siapa)
Contoh : Gubernur Bangka Belitung Ir. H Eko maulana ali,Msc.MAP. Kemarin meresmikan sekolah Kepoliasian di Kecamatan Merawang.
2.What lead (Teras Berita Apa)
Contoh : sekolah Kepoliasian di Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka telah diresmikan oleh Gubernur Bangka Belitung Ir. H Eko maulana ali,Msc.MAP. kemarin.
3. Where lead (Teras Berita Di mana)
Contoh :Kabupaten Bangka memiliki 62 desa di 8 kecamatan. Dari jumlah tersebut baru 5 desa yang memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUM Des).
.
4. When Lead (Teras Berita Kapan)
Contoh :Sejak tanggal 1 April 2013 dibukanya pendaftaran calon siswa polisi, hingga kini baru 10 orang yang mendaftar.
5.Why lead (Teras Berita Mengapa)
Contoh : Akibat angin kencang dan gelombang tinggi, harga gas elpiji melambung tinggi.
6. How Lead (Teras Berita Bagaimana)
Contoh : Untuk mencegah kematian akibat minuman keras oplosan. Masyarakat perlu mendapat bimbingan dan penyadaran tentang memilih makanan dan minuman sehat.
Teras berita berdasarkan penggu naan gaya bahasa (stilistika), menurut Bond (1961,93) :
1. The diggest lead :
Contoh :
Teras berita yang mengutarakan semua fakta terpenting secara ringkas dan sederhana
Mobil Inova putih bernomor polisi B 1975 XX yang menabrak tiang listrik tersebut, dikemudikan oleh anak dibawah umur anak pejabat di Provinsi Bangka Belitung.
2. ItuThe direct appeal lead :
Contoh :
Teras berita yang langsung ditujukan kepada pembaca/pendengar dengan menggunakan kata “Anda” dengan harapan dapat membangkitkan minat mendalami berta selanjutnya.
Saat anda sedang tertidur pulas, hal itulah yang dialami satpam pasar Pangkalpinang. Sehingga beberapa toko dimasuki maling. Dapat anda bayangkan dalam satu malam kerugian berkisar milyaran rupiah.
3. The circumstantial lead :
Contoh :
Teras berita yang awali kondisi lain yang berhubungan dgn berita tersebut.
Pemilik toko emas berteriak histeris, mendapati pintu tokonya telah terbuka dan dagangannya ludes digondol maling.
4. The Statement lead
atau Quatation lead:
Contoh :
Teras berita yang dimulai dengan suatu pemberitahuan dengan menggunakan tanda kutip.
Ketua KPU Bangka Mat zen Mat Yasin mengatakan,” Tidak ada calon istimewa dalam pemilihan Bupati –Wakil Bupati. Semua sesuai peraturan dan undang-undang KPU”.
5. The Descriptive Lead :
Contoh :
Teras berita yang dimulai dengan lukisan atau pandangan agar tampak lebih hidup.
Keheningan malam mulai dirasakan penduduk , semenjak polisi merazia kendaraan roda dua berkenalpot Recing.
6. The Suspended Interested Lead :
Contoh :
Teras berita yang memberikan cukup informasi menarik dan dapat merangsang pembaca untuk menikmatinya, meskipun penuturannya tidak berlebihan
Pekerjaan yang dilakukan oleh Ipan mengumpulkan sampah pelastik dapat membawanya beserta keluarga menunaikan ibadah haji, dapat dijadikan contoh pemuda lain bahwa pekerjaan apapun jika tekun akan berhasil.
7. The Tabulated Lead :
Contoh :
Teras berita yang dimaksudkan untuk mengutarakan informasi dengan cara mentabulasikan (menyusun menurut lajur yang telah tersedia).
Warga yang akan membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) harus menyertakan
1. Kartu Keluarga (KK)
2. Pengantar dari RT/RW/kepala Lingkungan
3. Pengantar dari Lurah
4. Foto ukuran 2X3 dan 3X4 sebanyak 4 Lembar.
8. The Various “Stund” Lead :
Contoh :
Teras berita yang mengisahkan simpul peristiwa yang diberitakan dengan gambaran lain yang lebih menakjubkan dan aneh.
Menyadari mangsanya lepas, polisi menggunting pencuri itu dari belakang lalu terjatuh, seperti pohon tumbang.
Selain Teras berita(lead) di
atas terdapat pula beberapa jenis lead :
1. Summary Lead atau Conclusion Lead (teras berita yang dipadatkan/dirapatkan)
Bupati Bangka, Yusroni Yazid, SE mengisi hari liburnya dengan bermain musik dan memancing di laut.
2. Statement Lead (Teras berita berupa pernyataan)
Kepala Sekolah SMK 1 Sungailiat, Drs Lukman menegaskan, siapapun yang curang pada UAN akan diberikan sangsi.
3. Contrast Lead (teras berita yang berisi hal-hal yang kontras)
Bangka yang dikenal sebagai penghasil lada, tahun-tahun terakhir ini masyarakatnya merasa kesulit mendapatkan lada kering dengan harga murah.
4. Descriptive Lead (Teras Berita memaparan inti berita)
Tunggul pohon kelapa yang sudah lapuk dimakan rayap, kulitnya terkelupas semula akan digali dan dibuang, siapa menyangka di bawah akar tua itu terdapat lubang berisikan barang-barang antik yang berumur ratusan tahun.
5. Punch L ead (Teras berita langsung “memukul”pembaca dengan sesuatu yang nyentrik)
Seekor sapi menghamburkan jalan kota sungailiat. Sapi itu terlapas dari mobil pengangkutnya berlari di jalan raya dan membenturkan badannya ke/mobil yang sedang berhenti di perempatan lampu merah sudirman.
6. Freak lead (Teras berita uraian membuat pembaca mempunyai bayangan yang sama sekali berbeda dengan objek yang dimaksud)
Rajin pangkal pandai
Siapa rajin, badan terkulai.
7. Backgroun Lead (Tteras berita yang menggambarkan kondisi yang melatarbelakangi suatu peristiwa)
Sejak minggu lalu desa Air Duren Kecamatan Pemali didatangi warga dari berbagai daerah. Di antara mereka menyaksikan dari dekat sumur tua yang menyimpan biji timah berpuluh tahun lalu. Ada juga sekedar berbincang-bincang dengan kerabatnya yang berjumpa disana. Pihak Kepolisian, perwakilan PT Timah, aparat desa dan warga pemilik lahan tampak sedang berbincang-bincang. Sumur tua itu kini dipasang garis polisi agar tidak diambil lagi timahnya.
8. Question lead (Teras Berita Pertanyaan)
Mengapa tidak ke lantai bawah lebih dulu? “Inilah konsep dasar rumah panggung. Di sini, kami melakukan kegiatan utama di lantai atas,” jawab Santo—panggilan akrab Adbulah Santoso.
Konsep bertinggal seperti ini umurnya sudah tua sekali. Dulu, nenek moyang kita membuat struktur yang dinaikkan karena beberapa alasan—seperti menghindari binatang buas dan mencegah kelembaban (terutama pada lingkungan berair).
Pada rumah panggung modern milik Santo, arsitek sekaligus pemilik rumah ini, Anda dapat menyaksikan bagaimana konsep rumah panggung tradisional diterjemahkan dalam bangunan modern.
Khusus teras berita yang penyusu nannya diawali dengan jenis kata atau kalimat tertentu, Suhandang (2004) membaginya dalam beberapa jenis:
1. Conjunction Lead : dimulai menggunakan kata sambung “de ngan”, “ketika" dan sebaganya.
2. Intuitive Lead : dimulai menggunakan kata sambung, untuk,” guna”, “demi” dan lain-lain.
3. Condition Lead : “apabila,”seandainya”, “kalau”, dsn sebagainya.
4. Substantive Lead: teras yang dimulai dengan kata ganti.
5. Question Lead : diawali dengan kata/kalimat tanya dan jawabannya.
6. Astonisher Lead :dimulai dengan kata/kalimat yang mengejutkan.
7. Name Lead : diawali nama tokoh yang terlibat.
8. Cartridge Lead : diawali kata/kalimat yang menegangkan atau menggelisahkan.
Pedoman Penulisan Berita
Pedoman untuk menulis teras berita adalah:
1. singkat, artinya langsung menuju pokok persoalan.
2. Spesifik, artinya harus secara tepat menceritakan pokok persoalan.
3. Identifikasi dengan jelas, artinya menjawab pertanyaan berita.
4. Hindari bentuk pertanyaan atau kutipan, artinya teras berita memberikan jawaban bukan pertanyaan.
5. Nyatakan waktu dengan tepat , artinya berita yg disampaikan harus baru, sebab waktu adalah elemen yg terpenting.
6. Beri keterangan dengan tepat. artinya berikan keterangan yang secara rinci dan jelas.
Pedoman penulisan teras berita juga dikeluarkan Persatuan warta wan Indonesia ( PWI ) ...
Tulisan Mitchell V. Chanley dalam buku Reporting terdapat dua pegangan utama dalam menulis teras berita:
1. Bukalah ters berita dengan kalimat yang menonjolkan unsur-unsur yang paling kuat dalam kalimat berita.
2. Ikuti pegangan untuk menulis suatu kelengkapan gagasan dalam satu kalimat. (Jakafilyamma.blog spot.com > 2013/04)
(6)
Jurnalistik Dakwah
JURNALISTIK adalah ilmu, teknik, dan proses peliputan dan pelaporan peristiwa aktual, penting, dan menarik melalui media massa.
Asal kata jurnalistik adalah “jurnal”, artinya laporan. Jurnalistik secara praktis adalah pemberitaan atau kewartawanan.
Dakwah adalah ajakan atau mengajak atau menyeru kepada jalan Tuhan, yakni Allah SWT.
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS.16:125).
Menurut Ibnu Taimiyah, yang dimaksud “ke jalan Allah” adalah dakwah untuk beriman kepada Allah dan kepada apa yang dibawa Nabi Muhammad SAW, yang mencakup keyakinan kepada rukun iman dan rukun Islam (Al Fatawa al-Kubro).
Definisi
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan dakwah sebagai berikut:
Penyiaran;
Propaganda;
Penyiaran agama dan pengembangannya di kalangan masyarakat;
Seruan untuk memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama (Islam).
Dapat disimpulkan, jurnalistik dakwah adalah proses peliputan dan pelaporan peristiwa yang mengandung pesan dakwah berupa ajakan ke jalan Allah SWT, yakni mengimani dan mengamalkan syariat Islam.
Setiap berita, artikel opini, ataupun feature yang mengandung seruan secara langsung dan tidak langsung, tersurat ataupun tersirat, untuk beriman, berbuat baik (beramal saleh), dan bertakwa kepada Allah SWT masuk dalam kategori jurnalistik dakwah.
Berita, artikel, feature, pun program radio dan televisi yang mengekspos tentang keindahan dan kebenaran Islam juga termasuk dalam jurnalistik dakwah.
Demikian pula peliputan atau pemberitaan positif tentang Islam dan kaum Muslim termasuk jurnalistik dakwah.
Dalam literatur jurnalistik, dikenal istilah “jurnalisme perang suci” (crusade journalism), yaitu jurnalistik yang memperjuangkan atau mengusung penyebaran nilai-nilai tertentu.
Dalam konteks Islam, crusade journalism adalah jurnalistik dakwah, yakni jurnalisme yang membela, menyebarkan, dan memperjuangkan tegaknya nilai-nilai Islam serta berpihak kepada kepentingan kaum Muslim.
Etika
Para jurnalis Muslim dalam melaksanakan aktivitas jurnalistik dakwah harus mengacu kepada etika komunikasi Islami yang tercantum dalam Prinsip Komunikasi Islam.
Dalam berbagai literatur tentang komunikasi Islam, kita dapat menemukan setidaknya enam jenis gaya bicara atau pembicaraan (qaulan) yang dikategorikan sebagai kaidah, prinsip, atau etika komunikasi Islam sekaligus etika jurnalistik dakwah sebagai berikut:
• Qaulan Sadida — kata, kalimat, bahasa, atau perkataan yang benar, jujur, faktul, tidak bohong, bukan hoax dan gosip ataupun rumor.
• Qaulan Baligha — mudah dimengerti, tepat sasaran, efektif, efisien, lugas.
• Qulan Ma’rufa — perkataan yang santun, tidak kasar, tidak cabul, tidak menyakitkan, tidak menyinggung perasaan.
• Qaulan Karima — perkataan mulia, dibarengi dengan rasa hormat dan mengagungkan, enak didengar, lemah-lembut, dan bertatakrama.
• Qaulan Layinan — pembicaraan yang lemah-lembut, suara enak didengar, ramah, sehingga menyentuh hati.
• Qaulan Maysura — mudah dimengerti dan dipahami, juga menyenangkan dan menggembirakan.
Sebenarnya, Kode Etik Jurnalistik ataupun Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI) yang ditetapkan Dewan Pers sudah memenuhi etika komunikasi Islam atau selaras dengan etika jurnalistik dakwah. (www.romeltea.com).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar