Jumat, 21 Juni 2019

Peluk Aku Ya Allah (28)

Peluk Aku Ya Allah (28)
Oleh Wak Amin



KEDUA jenderal yang cukup disega ni ini memanfaatkan masa istirahat nya dengan bertukar pikiran, khu susnya menyangkut upaya menyi kat habis pasukan pribumi dan pasukan pemerintah.

Sambil duduk lesehan di atas rum put dinaungi pepohonan rindang, Jenderal Fatoni mengusulkan agar pasukan pemberontak dan pasukan srigala berbaur jadi satu.

"Bisa satu atau lebih pasukan. Nah ini kita sebut pasukan bersama," kata Jenderal Fatoni.

"Pada prinspipnya saya setuju Jen deral. Karena menurut saya, kalau kita sudah sepakat dan seiya seka ta, semuanya bisa jalan. Tapi saya menghendaki lebih dari itu," ujar Jenderal Komar.

"Apa yang saya maksud lebih dari itu, tidak lain dan tidak bukan ada lah lebih dari sekadar pasukan. Um pamanya masalah teknis penyeran gan, strategi dan taktik," terang Je nderal Komar di dampingi Mayor Kandar.

"Tentu mencakup semuanya Jende ral," kata Jenderal Fatoni.

Yang penting, kata Jenderal Komar, sesama kita, utama personil pasu kan harus kompak, satu langkah dan saling percaya.

"Yang penting lagi taat pada pimpi nan. Itu saja," kata Jenderal Fatoni.

"Saya boleh tambahkan Jenderal?"

"Silakan Jenderal."

"Bantu saya juga untuk membekuk Jenderal Mansur sahabat .."

Ha ha ha ..

"Dia telah menghancurkan pasukan kami. Nyawa dibayar nyawa. Selain kepalanya harus ditebas, pasukan nya juga harus mati ..."

"Siap Jenderal. Saya akan mem ban tu anda melenyapkan Jenderal Mansur beserta seluruh pengikutnya."

Ha ha ha ha ...

"Tapi Jenderal Komar. Anda harus bantu saya juga."

Ha ha ha ...

"Bantu apa wahai sahabat. Katakan sekarang biar hatiku tenang ..."

Ha ha ha ha ...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar