Peluk Aku Ya Allah (32)
Oleh Wak Amin
"KOLONEL .."
Setengah berbisik Zainal membe ritahu Kolonel Ihsan bahwa sudah ada pasukan musuh yang terlihat lewat alat teropong.
Kolonel Ihsan mengambil "keker" la lu dia amati dengan seksama. Dia memastikan orang yang di atas ku da itu adalah Jenderal Komar.
Saat itu juga dia memberitahu Jen deral Mansur dan Jenderal Bais be serta segenap pasukan untuk ber siaga penuh ...
"Tahan dulu Kolonel," kata Jenderal Mansur, usai berdiskusi sejenak de ngan koleganya Jenderal Bais.
Hal ini dimaksudkan agar pasukan yang mendekat ke benteng Al-A'la adalah pasukan pemberontak dan pasukan srigala.
"Siap Jenderal," jawab Kolonel Ihs an. Dua meriam besar siap ditem bakkan. Juga senjata api, pedang, tombak dan anak panah.
Zainab mulai mendekati meriam. Dia dipercaya menembakkan meri am untuk mengacaukan pasukan lawan.
Semakin dekat ...
Jenderal Bais memerintahkan pasu kan utama dua untuk melepaskan anak panah beracun. Ternyata se rangan awal ini mengejutkan Jen deral Komar dan Jenderal Fatoni.
Terjadilah jual-beli anak panah. Sa mpai akhirnya ..
"Fire Zainab!" Perintah Jenderal Mansur dengan suara lantang.
Tembakan meriam berhasil men cederai kuda yang ditunggangi Jenderal Komar.
Kuda jatuh, Jenderal Komar pun jat uh. Namun berhasil berdiri dan me merintahkan seluruh pasukannya meluncurkan anak panah api.
Seketika langit pun berubah kuning kemerah-merahan. Beberapa bagi an benteng terkena anak panah dan kobaran api yang kemudian bisa di padamkan pasukan utama satu dan dua.
Terdengar letusan senjata api dan suara ledakan dari kedua belah pi hak. Satu-satu prajurit tewas terke na anak panah dan tembakan.
Darah berceceran dimana-mana ..
Mayat bergelimpangan.
Terdengar teriakan .."Gempuur sampai habiiis .."
Teriakan itu berasal dari Jenderal Komar dan Jenderal Fatoni. Kedua jenderal ini amat marah dan sudah tak sabar ingin menghabisi musuh bebuyutan mereka.
Sementara di benteng Al A'la, Jenderal Mansur meminta segenap pasu kan untuk rehat sejenak. Menghen tikan tembakan dan peluncuran an ak panah.
"Kita rapatkan barisan, perkuat per tahanan dan siaga penuh, " kata Jenderal Bais.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar