Selasa, 11 Juni 2019

Pramasastra Bahasa Arab (17)

Pramasastra Bahasa Arab (17)
By aminuddin

R.  Kata Kerja Imperatif

I. Bahan Pelajaran :

a. Tuan Polan (anggota DPR) mengemukakan pidato di sidang parlemen kemarin di sekitar (me ngenai) "Kebebasan (kaum) Wanita". Dia mengemukakan (berkata) sebagai berikut (Alqannaa-ibus sayyidu fulaanul fulaaniyyu khithaaban fii majlisil barlamaani yauma amsi daara haula) :

b. "Wahai kaum konservatif, reaksioner, bukalah hatimu dan matamu untuk kenyataan (cahaya), turunlah dari tempatmu yang tinggi, lihatlah kenyataan dunia sekelilingmu, dimana kedudukan (tempat) kaum wanita dalam masyarakat, tentukanlah olehmu (secara hukum), hendaklah kamu adil dalam hukummu (Ayyuhal muhaafidzur raj'iyyu iftah qablaka wa 'ainaika linnuuri, inzil min 'alyaa-ika, undzur ila haqiiqatil 'aalami haulaka haitsu tahtallal mar'atu makaanahaa fiil mujtama'i wahkum 'alaihi wakun 'aadilan fii hukmika).

3. Merdekakanlah anak perempuan mu (Harriribnatak),

4. Perlakukanlah dia (f) sebagaima na engkau memperlakukan anak laki-lakimu, dan pertahanlah hak-haknya ('Aamilhaa kamaa tu'aamilub nataka wadaafi' 'an huquuqihaa).

5. Kirimkanlah dia ke sekolah (j) un tuk memperbaiki kedudukannya, dan tumpahkanlah kasih sayang-mu yang sempurna kepadanya, dan berilah dia apa yang diperlukan (dibutuhkan) nya (Arsilhaa ilal madaarisi li-islaahi haalihaa wamnah haa hubbakal kaamila wa a'thiha maa tahtaaju ilaih).

6. Berbicaralah padanya dengan lembut/sopan (bersahabat) (Takallam ilaihaa birufqin).

7. Wahai para pembaharu (yang ingin perbaikan), bekerjasamalah dengan kaum wanita untuk mem perbaiki masyarakat dan meme cahkan masalah-masalahnya (Ayyuhal mushlihuun, ta'aawanuu ma'al mar'ati fii ishlaahil mujtama'i wahalli masyaakilih).

8. Hindarkanlah olehmu (j) dari menganggap enteng kedudukan (derajat) nya (Insharifuu anittakh fiidhi min maqaamihaa).

9. Dan percaya (berpegang) pada nya dalam kehidupan umumnya, dan jangan kamu halangi (menghambat) jalannya (Wa'tamiduu 'alaihaa fil hayaatil 'ammati walaa ta'taridhuu sabiilahaa).

10. Tugaskan olehmu akan dia men jadi pegawai kantor, pabrik dan di setiap jabatan yang sesuai untuk nya secara alamiah dan jangan kamu mengisolirnya dari kehidupan umum karena kita banyak memerlukannya (Watakhdimuuhaa fil makaatibi wal ma'aamili wafi kul li manshibin yunaasibuhaa thabii'iy ya walaa taqtha'uuhaa 'anil hayaatil 'aammati fa-innanaa muhtaajuuna ilaiha katsiira).

11. Hendaklah setiap kita menger jakan tugas seperti itu (dengan cara) ini (Liya'mal kullun minnaa waajibahu fii haazas sabiil).

12. Sehingga kita mengeluarkannya dari kegelapan malamnya menuju cahaya subuh (yang terang-bende rang (Hatta tukhrijahaa min lailihaal aswadi ila nuurishshabaahi).

II. Pembahasan Tata Bahasa :

1. As sayyidu adalah bentuk fa'il dari kata kerja Saada menurut pro ses perubahan sebagai berikut: Sawiidun  > Sayii(y)dun > Sayyidun > Sayyidun (bertasydid).

Kata Amsi berharakat tetap akhirannya kasrah tanpa tanwin.

2. Ayyuhaa partikel "seru" = wahai. Partikel ini selamanya terletak sebelum kata benda definitif berkata sandang "al."

Iftah masculin tunggal imperatif = memerintah, dari kata kerja Fataha = membuka.

Catatan :

Cara menjadikan imperatif adalah dari bentuk orang kedua jussif tung gal, dual dan jamak, dengan menghi langkan awalannya, sedang dalam pola I, VII, VIII, IX dan X, proses ini menjadikan awalan berharkat su kun, maka ditambahkan awalan hamzah washal.

Dalam pola II, III, V dan VI tidak diperlukan hamzah. Dalam pola I awalan hamzah yang ditambahkan berharkat -- apabila suku keduanya berharkat fathah atau kasrah. Teta pi mendapat harkat dhammah jika suku keduanya berharkat dham mah.

Dalam pola VII, VIII,  IX dan X, "ham zah washalnya" berharkat kasrah. Dalam pola IV hamzahnya berhar kat fathah yang bukan washal.

Suku kedua dari Yaftah adalah fat hah, maka harkat "hamzah" nya pada imperatif jadi kasrah (> Iftah).

Inzil masculin tunggal imperatif dari kata kerja Nazala. Karena suku keduanya Yanzil adalah kasrah, maka harkat hamzah washal imperatifnya kasrah.

Undzhur. Masculin tunggal impe ratif dari kata kerja Nadzhara. Ka rena harkat suku kedua Yandzhur adalah dhammah, maka harkat hamzah washal dalam imperatif adalah dhammah.

Kun masculin tunggal imperatif dari kata kerja lowong (lemah) Kaana. Tidak ada penambahan hamzah, karena jika awalannya pada jussif dihilangkan huruf pertamanya, dan huruf pertama itu berharkat dan menjadi Takuunu > Takun > Kun.

3. Harrir adalah masculin tunggal imperatif pola II dari kata kerja Har rara. Dalam kata kerja pola II, III, V dan VI dijadikan imperatif hanyalah dengan jalan menghilangkan awalan jussifnya.

4. 'Aamil masculin tunggal imperatif pola III dari kata kerja 'Aamala (lihat nomor 3).

5. Arsil masculin tunggal imperatif pola IV dari kata kerja Arsala. Impe ratif kata kerja pola IV awalan "ham zah" nya tetap pada imperatif. Pada imperatif kata kerja pola IV, ham zahnya bukan washal.

A'thi adalah masculin tunggal impe ratif pola IV dari kata kerja A'thaa imperpect indikatif Yu'thii jussuf Yu' thi. Akhirannya yang huruf lemah dihilangkan.

Dalam imperatif kata kerja berhuruf lemah pada "lam" nya (semua pola) akhirannya yang huruf lemah dihila ngkan dalam tunggal dan jamak masculin.

6. Tatakallam masculin tunggal imperatif pola V dari kata kerja Tatakallama (lihat nomor 5).

7. Ta'aawanuu masculin jamak imperatif pola VI kata kerja Ta'aa wana (lihat nomor 3).

8. Insharifuu. Masculin jamak impe ratif pola VII dari kata kerja Insha rafa (lihat nomor 2).

9. A'tamiduu. Masculin jamak imperatif pola VIII kata kerja I'tamada (lihat nomor 2).

10. Astakhmiduu. Masculin jamak imperatif pola X kata kerja Istakh dama (lihat nomor 2).

11. Liya'mal. Terdiri dari dua kata partikel ... Li dan kata kerja jussif Ya'mal. Partikel Li disini dinamakan "Lam" imperatif karena berarti perintah.

"Lam" imperatif harus diiringi oleh kata kerja imperpect "jussif". Susu nan seperti ini dalam orang perta ma dan orang ketiga (yang biasa) diterjemahkan " hendaklah, dst."

Catatan :

Tashrif pola I imperatif sebagai berikut :

Tunggal          Dual        Jamak

If'al                 If'alaa       If'aluu
Orang kedua (m)

If'alii               If'alaa       If'alna
Orang kedua (f)


III. Latihan :

1. Panglima itu kemarin mengemukakan pidato kepada tentara dengan kehadiran Wakil Presiden Republik dan Kepala Staf; dia berkata dalam pidatonya (Alqal qaa-ida khithaaban yauma amsi fil jaisyi bihudhuuri mumatstsili ra-iisil jumhuuriyyati wara-iisil arkaani faqaala fii khithaabihu):


2. "Ketahuilah olehmu bahwa kamu mempertahankan tanah airmu, (juga) mempertahankan rumah tanggamu dan keluargamu (I'lamuu annakum fii difaa'ikum 'an wathanikum tudaafi" uuna 'an buyuutikum wa'aa-ilaatikum).

3. Bersiaplah kamu untuk jihad (perjuangan) dan untuk mati yang hitam di lapangan, demi hak dan keyakinanmu (Ista'uddu lil jihaadi walil mautil aswadi fil maidaani fii sabiili qadhiyyatikum wa-iimaanikum).


4. Janganlah kamu mundur dari tempatmu ketika serangan, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan dalam keperkasaan, keberanian dan kepatuhan pada perintah (atasan) (Laa tataraaja'u min makaanikum 'indal muhaajamati bal kaunuu mitsaalan lisysyiddati wasysyajaa'ati wal inqiyaadi lil-awaamir).

5. Hendaklah setiap kamu membe ranikan yang lain dan (menjadi) pembantunya (Liyusyajji' kullun minkumul akhara wal yakun mu'aawinan lah).


6. Bila kamu menghadapi wanita, peliharalah kehormatannya, dan bila menghadapi (menemui) anak-anak (m) bergaullah dengan mereka dengan kasih sayang dan lurus hati (Waiza qaabaltumum ra-atan haafidzhuu " alaa hurmatihaa waiza laqiitum waladan 'aamiluuhu birrifqi wal i'tidaal).

7. Janganlah kamu curi sedikitpun kepunyaan orang lain (Walaa tasrifuu syai-an lighairikum).

8. Berdoalah kamu kepada Allah dalam shalatmu, dan berjalanlah dengan berkah-Nya, dan janganlah kamu alfa" (Ud'ullaaha fii shalaatikum wasiiruu 'ala barakatihi falan tafsyaluu).


IV. Ulangan :

a. Terjemahkan ke bahasa Indonesia :

1. Iqra' kitaabaka wasyaahidish shuurata zaatasy syaklil jamiilil latii fii awwalihi.

2. Uskut ayyuhal waladul kaslaanu ayy laa tanthiq, waqtarib min haazal makaani hatta tusyaahida ma a'maluhu fainnahu yusaa'iduka fii 'amalika.

3. Iq binafsika ayyuhar rajulu fii ayyi mujtama'i wakun musta'idda lihaa zihil hayaatish sha'bati walihalli masyaakilihaa, fasir fii thariiqika bisyajaa'atin wala tataraaja'.

4. I'mal 'amalakal yauma walla tata-akhkhar, walaa ta'tamid 'alaa qauli zu"amaa-il idhraabi bal ta'aawan ma'al mukhlishiina min ikhwanika.

5. Uhibba lighairika maa tuhibbu linafsika wakrah lahu maa takrahuhu lahaa.

6. Dhahhuu bi-anfusikum fii sabiili ummatikum.

7. Iftah baaba ghurfatika hatta yadkhulannuur.


b. Terjemahkan ke bahasa Arab :

1. Katakanlah kepada guru itu bahwa pelajaran itu sulit sekali.

2. Siarkan kepada tentara itu bahwa waktu untuk penyerangan sudah tiba.

3. Hubungilah teman-teman engkau dan setujuilah (dengan) dia menge nai tempat pertemuan (rapat).

4. Kerjakanlah kewajibanmu untul berkhidmat pada tanah airmu!

5. Bukalah olehmu pintu itu dan keluarlah dari rumah itu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar