Mangkuk (12)
Oleh Wak Amin
CIYUUUS ..
Taaar ...
Buaaaar ..
Sebuah peluru menyasar di atas kepala Mr Rahman. Menghantam kaca jendela, pecah berserakan di lantai ...
Ha ha ha ...
"Itu baru permulaan Mr Rahman," kata si lelaki sambil memasuki mobilnya.
"Hei denger ya. Saya tidak takut dengan kamu."
Ha ha ha ...
"Tidak takut?"
"Ya. Justru kamu yang takut. Bukti nya, setelah menembak gue, kamu lari. Jadi apa bedanya kamu de ngan binatang .."
Ha ha ha ..
"Tertawalah sepuasnya. Sebentar lagi kamu akan rasakan pembala sanku hai manusia iblis." Ancam Mr Rahman.
"Tuan mengancam saya?"
"Iya. Emangnya kenapa?" Tantang Mr Rahman.
Dia masuk kamar. Kini sudah ber senjata. Senjata kecil itu berada di tangannya.
Siap ditembakkan ..
Si penelepon yang semula hendak menyeberang jalan menuju kedia man Mr Rahman, berbalik arah.
Dia masuk mobil lagi ...
"Takut ya?" Ejek Mr Rahman.
Si penelepon tak menjawab. Wajah nya berubah tegang.
Mobil melesat cepat ...
Sesaat kemudian ...
Guaaar ...
Sebuah ledakan keras menghantam teras rumah Mr Rahman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar