Kamis, 06 Desember 2018

Sekuntum Bunga (26)

Sekuntum Bunga (26)
Oleh aminuddin




Berhenti Mengalir

FATIMAH memiliki serangkaian kisah yang terukir di sejarah de ngan kata-kata cahaya.

Saat perang Uhud, sebagian besar pasukan pemanah melanggar ins truksi Rasulullah SAW dan turun meninggalkan gunung.

Sehingga pasukan musyrik menyer bu kaum muslimin dan membunuh sebagian besar di antaranya ...

Diriwayatkan dari Abu Hazim, ia mendengar Sahal bin Sa’ad ditanya tentang luka Rasulullah SAW saat perang Uhud.

Ia menjawab, “Wajah beliau terluka, gigi seri beliau pecah dan besi pelin dung kepala beliau remuk. Fatimah yang membasuh luka beliau, Ali bin Abi Thalib yang menuangkan air dengan menggunakan tameng perang. Namun, saat Fatimah melihat darah semakin mengucur kala dibasuh dengan air, ia lantas mengambil sobekan tikar kemudian dibakar dan ditempelkan di bagian luka, hingga darah pun berhenti mengalir.”

Dalam peperangan ini, paman Ra sulullah SAW Hamzah mati syahid. Beliau pun dirundung kesedihan yang mendalam.

Fatimah tetap menjalani kehidupan jihad setiap saat seperti yang dila lui Nabi dan para sahabat.

Mereka menghabiskan seluruh hidup hanya untuk beribadah, me nuntut ilmu, berdakwah menuju Allah dan berjihad di jalan-Nya.

Fatimah ikut serta dalam perang Khandaq dan Khaibar. Pada pepera ngan ini, Nabi memberikan bagian untuknya sebanyak 85 wasaq gandum Khaibar.

Setelah itu, ia ikut hadir dalam peperangan penaklukan Mekah.

Ia mempunyai kisah cemerlang ka la menolak untuk memberikan jami nan aman terhadap Abu Sufyan bin Harb saat diminta untuk memberi kan bantuan padanya  guna melobi Rasulullah SAW.

Abu Sufyan menemui Ali bin Abi Thalib. Saat itu, Fatimah ada di dekatnya, sementara Hasan masih merangkak dengan kedua tangannya.

Abu Sufyan berkata, “Ali, engkau adalah orang yang paling dekat denganku dari sisi kerabat. Aku datang untuk suatu keperluan, aku tidak akan kembali tanpa memba wa hasil apa pun seperti dulu. Untuk itu, tolonglah aku untuk melobi Muhammad."

Ali berkata, "Apa-apaan kamu ini Abu Sufyan! Rasulullah sudah mengambil keputusan bulat, dan kami tidak akan bisa mempenga ruhi beliau "

Abu Sufyan lantas memandang ke arah Fatimah lalu berkata kepada nya. ‘Sudikah kau menyuruh anak mu ini untuk memberikan perlindu ngan untuk orang-orang, sehingga kelak ia akan menjadi pemimpin Arab hingga akhir masa?"

Fatimah berkata, ‘Demi Allah, anakku masih terlalu kecil untuk bisa memberi perlindungan aman. Siapa pun tidak akan berani untuk memberi perlindungan dengan melangkahi Rasulullah SAW."



__

- Disarikan dari buku 35 Shahabiyah Rasul karya Syaikh Mahmud Al-Mishri

- https://www.elmina.id > kisah-fatimag-bi ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar