Dua Menara (33)
Oleh Wak Amin
DOOR ..
Dooor ...
Si lelaki kacamata hitam melepas kan tembakan dari balik kaca jeebun dela depan mobil sebelah kiri. Nya ris mengenai kaca spion sebelum 'melanting' jauh ke aspal.
"Awas Clean ..." Teriak Letnan Ratna.
Ketika membanting stir ke kanan, ada sebuah truk bermuatan kayu hendak menyalip.
Truk berhasil menyalib, Mr Clean ngerem mendadak dan banting se tir ke kiri. Terhindar dari tabrakan maut.
Macet sesaat ...
Namun kembali normal setelah Mr Clean memacu mobilnya lewat jalur kiri dekat halte.
Dia memutuskan lewat jalan pintas sebelah kiri. Memasuki lorong, dan dari lorong ini kemudian menuju ja lan utama.
Belok kiri lagi ...
Lewat sebuah lorong yang berlikeu, terlihat oleh Letnan Ratna saat be rada di mulut lorong, mobil tungga ngan pembunuh Bos Husin.
"Itu Clean ..!"
Sengaja berhenti. Laki-laki berkaca mata hitam keluar dari mobil. Dia bidikkan senjata laras panjang ke arah mobil Mr Clean.
Cuuuuss ...
Guaaar ...
Jegaaaar ...
Sebuah peluru menghantam mobil pick up. Meledak dan terbakar. Me nggelinding ke trotoar.
Mengerikan ...
Pengemudi dan kernetnya terpental keluar dengan kepala bocor dan ba dan hangus terbakar.
"Lebih cepat Clean!" Pinta Letnan Ratna. Darahnya mulai mendidih dan ingin secepatnya melumat laki-laki berkacama hitam itu.
Tapi tidak mudah tentunya. Selain memiliki senjata canggih, jarak me reka terpaut jauh saat ini.
"Kita ubah rencana Let," kata Mr Clean. Menepikan mobil. Mema tikan mesin.
"Kita pake motor saja," katanya ke mudian.
Tak jauh dari mereka berdiri ada sebuah bengkel besar khusus ken daraan roda dua.
Sambil berlari, disusul Letnan Rat na, tiga menit kemudian sudah me ngaspal dengan sepeda motor uku ran besar keluaran terbaru.
Motor melaju amat cepat. Terka dang lewat jalur tengah, lalu ping gir dengan sesekali melintas di trotoar menghindari kemacetan panjang.
Di sebuah rumah makan besar tepi jalan, mobil incaran Mr Clean dan Letnan Ratna berhenti.
Dua lelaki turun dari mobil. Satu ber kacamata hitam dan satunya berpe nampilan rapi dan kelimis, tanpa ka camata sert berkulit putih bersih.
Dia-lah Tuan Chang. Sedangkan pria sangar berkacamata hitam adalah tukang pukulnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar