Tumbal (2)
Oleh aminuddin
Kisah Wak Sabit yang Hampir Mati Dijadikan Tumbal Pesugihan Pengantin
MALAM ini bertepatan dengan malam Jumat legi, malam yang dikeramatkan mayoritas orang Jawa. Suasana kampung kami sangat sepi, selepas isya' warga lebih memilih masuk rumah dan menutup semua pintu.
Biasanya habis isya, Pak Is tukang bakso yang biasa lewat depan ru mah dan berhenti cukup lama sam bil menunggu pembeli ngobrol dengan Mbah Kakung (kakek) malam ini ikut gak kelihatan.
Rombong jajanan Wak Ji di perem patan jalan desa, sekitar 200M dari rumah kakek juga sepi gak ada yang beli.
Jarum jam menunjukkan pukul 9 malam, di luar rumah tidak lagi ter dengar suara manusia lewat. Ha nya suara nyanyian angin dan daun yang bergesekan menambah seram suasana malam ini.
Aku, bersiap tidur dan kakek kami Mbah Tri masih terjaga dengan rokok di tangannya. Mbah Putri menyuruh aku tidur sambil bergumam "apa yg akan terjadi pada malam ini?? Kok perasaan ku gk enak?"
"Sudah, Le kamu cepet tidur di kamar temani adikmu," kata kakek.
Aku segera beranjak tidur..
Thong..tong..tong...Aku terjaga saat mendengar kentongan tanda ada peristiwa.
Mbh Kakung yang memang malam ini terjaga segera kluar dan me nyuruh Mbah Putri segera menutup pintu .
"Ada apa Mbah??" tanyaku sambil masih menguap.
"Gak, tau.. Mungkin ada yg meninggal..Sudah kamu masuk kamar lagi.. Mbah biar disini nunggu Mbah lanang pulang," jawab nenek.
Pagi hari dusun kami kembali ge ger, tersiar kabar Wak Sabit hampir saja menjadi korban, untung Tuhan masih menyelamatkannya.
Kakek yang tahu kejadianya menceritakan padaku ..
Malam yang sunyi, sehabis adzan Isya , Wak sabit yang seharian kerja di sawah lngsung beranjak tidur. Beliau tinggal di area yg masih sepi.
Belakang rumahnya kebun dan hanya ada satu rumah di sam ping kiri rumahnya, di barat rumahnya ada jalan kecil yang bisa dilalui sepeda pancal.
Malam itu beliau hanya sendirian di rumah karena istrinya tidur di rumah anaknya.
Selepas tertidur beliau bermimpi ditemui dua orang tua bersama satu wanita cantik , putri mereka. Orang tua tadi menawarkan pada Wak Sabit untuk menikahi putrinya. Tanpa pikir panjang, Wak Sabit menyetujuinya.
Setelah itu Wak Sabit diajak ke ru mahnya dan dimandikan oleh pela yan keluarga itu. Setelah itu dia diberi pakaian pengantin yang masih baru dan wangi.
Acara perkawinan pun segera di langsungkan, Wak Sabit senyum pe nuh bahagi karena menikahi gadis yang cantik duduk di pelaminan...
Acara nikahan sangat meriah dan diiringi pertunjukan wayang kulit.. Karena capek pengantin pun masuk ke kamar.
Aaaaaaakhhhhhhhhhhh...
Wak Sabit kaget karena istrinya ya ng cantik telah berubah menjadi wanita yang jelek dengsn gigi taring dan kuku-kunya yang panjang dan hitam.
Kebetulan malam itu , Pak Warsono ( tukang kayu ) baru pulang dari rumah warga desa tetangga yang akan memperbaiki rumahnya.
Saat mengayuh sepeda melalui jalan kecil sebelah rumah Wak Sabit, Pak Warsono mendengar suara teriakan.
Teriakan itu berasal dari rumah Wak Sabit. Tanpa membuang wak tu lagi, Pak Warsono menggedor rumah, tapi tidak ada yg membukakan.
Tolong.. tolong tolong..
Masih terdengar teriakan, karena terpaksa Pak Warsono yang bertu buh tinggi langsung saja mendob rak pintu..
Beliau lari ke ruang tengah dan me lihat ke arah teriakan yang ternyata berasal dari atas blandar (kuda-ku da penyangga genteng) sosok de ngang pakaian serba putih seperti pocong berwajah Wak Sabit.
Pak Warsono kaget bukan main melihst pakaian yang dikenskan Wak Sabit adalah kain kafan.
Pak Warsono balik keluar rumah dan berteriak minta tolong, kemudi an kembali masuk kerumah Wak Sabit dan segera naik ke atap. Dia mencoba menolong Wak Sabit yang masih teriak-teriak.
Akhrnya banyak warga yang ber datangan dan membantu menurun kan Wak Sabit.
Lepas itu, Wak Sabit pingsan, dan semakin banyak warga yang ber kumpul di rumahnya.
Salah seorang warga juga sudah menghubungi istri Wak Sabit, dan ada warga yang memanggilkan orang pintar.
Setelah dibacakan doa dan wajah Wak Sabit diusap dengan air yang sudah didoa-doai, Wak Ssbit siu man.
Masih dengan raut wajah ketakutan melihat kanan kiri banyak tetangga yang berkumpul, rasa takut itu pun akhirnya berangsur-angsur hilang.
Setelah minum teh hangat yang sudah dibuatkan salah satu warga, Wak Sabit menceritakan tentang mimpinya yang akan dijadikan suami oleh wanita cantik yang tiba-tiba berubah amat mengerikan.
Menurut orang pintar yang mengo bati Wak Sabit, Wak Sabit sebenar nya akan dijadikan tumbal oleh sa lah seorang yang kenal baik atau orang yang masih ada hubungan saudara dengannya.
______
www.alammisteri.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar