Dua Menara (43)
Oleh aminuddin
MR Clean dan Letnan Ratna bergerak cepat ...
Bersama pasukan khusus, kedua nya berhasil mengepung kediaman Tuan Chang, yang siap berkemas untuk berangkat menuju bandara.
Namun, upaya pelarian itu tak mem buahkan hasil setelah pihak keama nan meminta Tuan Chang yang ba ru hendak keluar pintu rumah se gera menyerahkan diri.
"Cepatlah menyerah Tuan Chang sebelum kesabaran kami habis," ka ta Letnan Ratna lewat pengeras suara.
Tuan Chang tidak menanggapi. Dia hanya meminta beberapa bodigu ard nya untuk berjaga-jaga dan tak usah sungksn-sungkan untuk mele paskan tembakan jika anggota pa sukan keamanan nekad memaksa masuk ke kediamannya.
"Tuan Chow ... Tuan Chow!" Tuan Chang berharap koleganya segera mengambil tindakan cepat.
Misalnya dengan mengirim pesa wat helikopter ..
"Tak mungkinlah Tuan Chang. Pasti kena tembak. Mengantarkan nyawa namanya .."
"Kirim orang-orangmu sajalah Tuan Chow ..."
"Oke. Aku akan kirim orang-orang ku kesana .. Kamu tenang saja" saran Tuan Chow.
Sepuluh menit berlalu ..
Belum ada tanda-tanda Tuan Chow mengirim orang kepercayaannya un tuk membantu Tuan Chang 'keluar' dari kediamannya.
Putus komunikasi ...
Berulangkali ditelepon, Tuan Chow tak menyahut. Bahkan di kali yang kelima belas, tak ada nada sam bung lagi.
Dooor ..
Dooor ..
Di luar rumah terjadi adu tembak antara Mr Clean dengan beberaps bodiguard Tuan Chang.
Uuuukh ..
Sebuah peluru mengenai dada sa lah seorang bodiguard. Jatuh ter kapar.
Tewas seketika ..
Teman-temannya sesama bodigu ard bergerak mundur. Masuk lagi ke dalam rumah.
'Kenapa masuk lagi haa?" Bentak Tuan Chang.
"Tak tahan Bos," jawab bodiguard berambut gondrong dikuncit.
"Tak tahan kenapa?"
"Pelurunya Bos .."
"Kenap dengan peluru?"
"Bikin kita klepek-klepek .."
Dooor ..
Kraaaash ..
Kaca jendela pecah diterobos peluru ...
"Cepat Bos, lewat pintu belakang," kata bodiguard berbibir tebal hitam.
Di luar pintu belakang sudah ada tiga personil aparat keamanan ber senjatakan lengkap.
Dooor ...
"Ke samping Bos!"
Dooor ...
"Masuk kamar Bos!"
Sesaat hening ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar