Dua Menara (41)
Oleh Wak Amin
RENCANA A ...
Dooor ...
Diiiir ...
Duuuur ...
Traaaang ...
Terkena gerobak bakso, 'melanting' jauh ke jalan sebelum akhirnya ma suk kolam taman.
"Gawat Bro,' bisik Jali. Jaki di sebe lahnya mengajak kabur.
"Itu Pak orangnya," kata beberapa warga lanjut usia, mengenakan baju dalam dan berkain 'cantum.'
Kolonel Ahmad yang baru selesai menyantap es kacang ijo di salah satu kafe pinggir jalan, segera me ngejar Jali dan Jaki.
Kejar-kejaran jadi tontonan warga sekitar dan pengguna jalan ...
Sampai di sebuah balai kota, Kolo nel Ahmad berhenti. Dia mecurigai Jali dan Jaki bersembunyi di balik gedung tua itu.
Takut ketahuan, Jali dan Jaki me lempar batu kerikil. Tepat mengenai muka dan kepala Kolonel Ahmad.
Berdarah ...
Warga berdatangan membantu. Se bagian yang lain berusaha menge jar Jali dan Jaki.
Sayang tak berhasil ...
Kemana Jali dan Jaki sembunyi?
Keduaya sudah berada di dalam angkot bersama penumpang lain, kebanyakan ibu-ibu dan remaja puteri.
Keduanya turun di sebuah warung. Lalu masuk ke dalam mobil yang disopiri Tuan Chang, sengaja parkir di seberang jalan yang ramai lalu-lalang pejalan kaki.
Bagaimana dengan Kolonel Ah mad?
Dia memerintahkan Mr Clean dan Letnan Ratna untuk mencari tahu sekaligus menangkap Jali dan Ja ki secepatya ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar