Dua Menara (40)
Oleh Wak Amin
"Baik Tuan Chow. Untuk rencana A saya telah siapkan dua anak buah saya. Mereka adalah Jali dan Jaki. Untuk rencana B saya belum ada. Mungkin Tuan Chang bisa siapkan rencana B?!"
"Bisa. Saya punya ide. Kalau dua anak buahmu gagal menghabisi Kolonel Ahmad, kita langsung gem pur Mr Clean dan Letnan Ratna, termasuk Dul Betok. Anda setuju Tuan Chang?"
"Setuju. Tapi siapa kira-kira orang nya Tuan Chow?"
"Tak usah kuatir kalau soal itu. Sa ya punya orang hebat dan terlatih untuk itu ..."
"Sekiranya rencana B ini juga gagal Tuan Chow, menurut anda masih perlukah rencana C?"
"Perlu Tuan Chang. Sangat perlu," kata Tuan Chow.
"Boleh tahu apa usul anda Tuan Chang?"
"Saya dan kamu kabur ke luar negeri ..."
Hua ha ha ha ...
"Beres kan Tuan Chang?"
"Tapi apa cukup aman Tuan Chow?"
"Cukup. Malah sangat aman. Kena pa? Karena mereka tak bakalan bi sa 'mengejar' kita lagi. Kita sudah berada di negeri orang lain. Itu ber arti aparat keamanan kita tidak bi sa semena-mena menangkap kita. Harus tunduk dan mematuhi aturan hukum negara dimana kita tinggal nantinya .."
"Tapi Tuan Chow. Sejauh yang saya lihat, banyak penjahat besar berha sil dipulangkan untuk diadili."
Ha ha ha ha ...
"Kamu takut Tuan Chang?"
"Tidak juga."
Ha ha ha ...
"Jangan bohong Tuan Chang. Kamu pasti takut."
Tuan Chang diam.
"Tak usah takut. Saya bersama anda Tuan Chang."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar