Rabu, 17 Oktober 2018

Sakaratul Maut (5)

Sakaratul Maut (5)
Oleh aminuddin



Tanda-tanda Kematian  Menurut Imam Al-Ghazhali



SETIAP yang bernyawa pasti akan mati.  Tidak dipungkiri lagi bahwa kita hanyalah menunggu waktu untuk kembali kepada Sang Pencipta, tanpa tahu kapan hal itu akan terjadi, di mana kita akan mati dan bagaimana kita mati.

Semua merupakan rahasia Illahi yang tidak akan pernah diketahui oleh manusia.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut ini:

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim.  Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok.  Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.  Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”  (QS Luqman 34).

Hanya saja dengan bekal keimanan dan ketakwaannya, sesorang bisa saja lebih peka terhadap tanda-tanda kematian yang akan menda tanginya.

Sebagaimana Imam Al-Ghazali yang diriwayatkan telah mengeta hui tanda-tanda akan datangnya ke matian sehingga beliaupun mem persiapkan diri  menghadapi saka ratul maut.

Termasuk dengan mandi, berwudlu dan mengenakan kain kafan hingga sebatas tubuhnya karena untuk ba gian kepala beliau meminta bantu an kakaknya, yaitu Imam Ahmad.

Hingga akhirnya beliau wafat ketika sang kakak mengkafani bagian wa jahnya. Adapun tanda-tanda akan datangnya kematian, menurut Im am Al-Ghazali,  seperti berikut ini:

-  100 Hari Pertama

Tanda kematian di 100 hari sebelum ajal menjadi peringatan bagi hamba yang dikehendaki-Nya.  Karena pada dasarnya semua umat muslim akan merasakan tanda ini, hanya saja kemungkinan ada yang menyadari sebagai tanda kematian namun ada pula yang mungkin mengabaikannya.

Adapun tandanya lazim terjadi sete lah waktu Ashar, dimana seluruh tu buh dari ujung rambut hingga ujung kaki seolah bergetar hingga meng gigil.

Bagi mereka yang menyadari tanda ini tentu akan memanfaatkan wak tu hidupnya dengan sebaik mung kin untuk mencari bekal yang akan dibawa mati nanti.


-  40 Hari

Tanda kematian di 40 hari sebelum ajal lazim terjadi setelah waktu Ashar, dimana pada bagian pusat akan terasa berdenyut.

Selain itu diriwayatkan pula bahwa sebelum ajal menjemput telinga terasa berdengung secara terus menerus.

- Tujuh Hari

Pada orang yang tengah sakit ke ras, pada hari ke-tujuh menjelang kematian selera makan justru me ningkat sehingga ingin menikmati makanan tertentu sesuai keingi nannya.

- Tiga Hari

Lazim dirasakan adanya denyutan pada tengah dahi, nafsu makan me nurun atau bahkan tidak mau ma kan.

Mata akan terlihat memudar sehing ga tidak lagi bersinar, hidung perla han turun, telinga terlihat layu dan telapak kaki sukar ditegakkan.

Sehari Sebelum Kematian

Sesudah waktu Ashar, akan terasa sebuah denyutan pada bagian ub un-ubun sebagai pertanda tidak akan menemui waktu Ashar di keesokan harinya.


- Tanda Akhir

Akan terasa dingin di bagian pusat hingga turun ke pinggang, selanjut nya menjalar naik ke bagian halkum, sehingga harus senantiasa berdzikir dan mengucapkan kalimat syahadat secara terus menerus sampai malaikat maut menghampiri dan menjemput ruh untuk kembali kepada Allah yang memilikinya.




BAGAIMANA DENGAN KEMATIAN MENDADAK YANG SERING TERJA DI DI SEKITAR KITA?

Ada kalanya kita masih menjumpai sanak saudara atau tetangga di pa gi hari, namun ternyata di sore hari mereka sudah berpulang, entah ka rena mengalami musibah atau bah kan dalam keadaan yang tidak sa kit sedikitpun.

Tentu semua adalah ketentuan dari Allah Yang memberikan kehidupan dan kemudian mewafatkan.  Manusia sedikit pun tidak memiliki daya upaya untuk menghindar atau menunda terjadinya kematian.

Allah SWT berfirman:  “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”  (QS Al-A’raf 34).

Kematian mendadak tentu menjadi fenomena yang patut diwaspadai agar tidak menimbulkan penyesa lan di alam kubur nanti.

Dalam beberapa riwayat, banyaknya kematian mendadak merupakan tanda akhir zaman yang ternyata sudah sering kita temui saat ini.

Sudah sepatutnya bagi kita untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadapi kematian kapanpun ajal menjemput.

Berserah diri kepada Allah SWT dan memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya melalui pe ningkatan keimanan dan ketakwa an serta akhlak yang lebih baik lagi akan menjadikan kita lebih tenang dan damai menghadapi kematian.

Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

“Kematian mendadak adalah ke ringanan terhadap seorang muk min, dan siksaan yang membawa penyesalan terhadap orang kafir.”  (HR Ath-Tabrani).

Wallahu a’lam bish-shawab.





_______

TongkronganIslami.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar