Minggu, 21 Oktober 2018

Tipu Daya Iblis (5)

Tipu Daya Iblis (5)
Oleh aminuddin



Iblis dan Nabi Isa


"NABI Isa as menyatakan dirinya bu kanlah Tuhan, melainkan hanya hamba Allah SWT, seperti keba nyakan Nabi dan Rasul lainnya."

Kisahnya ..

Pada suatu hari Nabi Isa as bertemu dengan iblis laknatullah dan terjadilah percakapan antara keduanya.

- Dialog Pertama

Iblis: Wahai Isa bin Maryam, dari sifat Ketuhanan itu sampai engkau mampu berbicara ketika engkau masih bayi. Padahal tak seorang pun yang mampu berbicara seperti engkau sebelum kamu.

Nabi Isa as: Yang memiliki sifat Ketuhanan itu adalah Dzat yang membuat saya mampu berbicara dan Dzat yang mematikan saya, kemudian menghidupkan saya kembali.

Iblis: Bukan begitu maksudku, akan tetapi engkaulah orang yang telah sampai pada tingkat menjadi Tu han sehingga engkau mampu menghidupkan orang yang telah meninggal dunia.

Nabi Isa as: Bukan begitu, sifat Ketuhanan itu adalah milik Allah SWT sebagai Dzat yang menghidupkan dan mematikan orang yang saya matikan lalu dihidupkan Allah SWT.
(Jadi bukan saya yang menghidupkan, maksud-red).
Saya hanya perantara saja.

Iblis: Demi Allah, engkau adalah Tuhan di langit dan Tuhan di bumi.

Begitu iblis berbicara demikian,  tu runlah Malaikat Jibril dengan sayap nya. Iblis dipukul sampai ke mata hari. Lalu ada pukulan sayap yang kedua iblis terlempar sampai ke sumber air panas lalu dilempar lagi hingga ke lautan yang ke tujuh.

- Dialog ke Dua

Ketika Nabi Isa as mengerjakan shalat di Baitul Maqdis, ia ditemui oleh iblis dan berkata,
"Sesungguhnya engkau tidak pantas menjadi seorang hamba, sebaiknya engkau menjadi Tuhan."

Namun Nabi Isa as selalu berusaha melepaskan diri dari gangguan iblis terlaknat itu, namun masih belum bisa terlepas.

Kemudian Iblis berkata lagi,
"Tidak patut engkau menjadi hamba."

Nabi Isa as lalu memohon pertolongan kepada Allah SWT dan kemudian Jibril datang bersama Mikail.

Iblis dikepung lalu iblis dihantam dengan sayap Malaikat Jibril dan dibuang ke lembah jurang.

Iblis tidak kenal menyerah dan putus asa dalam menjalankan tugasnya.

Iblis lalu datang lagi kepada Nabi Isa as, karena iblis tahu bahwa kedua malaikat itu tidak diutus kecuali hanya untuk itu saja, lainnya tidak.

Iblis mengulangi ucapnnya kepada Nabi Isa as bahwa Nabi Isa as tidak patut menjadi hamba.

Iblis berkata:

"Aku tahu apa yang terjadi ketika engkau marah. Aku mengajakmu untuk sesuatu yang memang se harusnya menjadi hakmu yaitu memerintah setan supaya setan itu tunduk kepadamu, sebab apabila manusia mengetahui bahwa setan-setan itu tunduk kepadamu, maka manusia pun lalu taat kepadamu dan menyembahmu."

"Aku tidak mengatakan bahwa engkau adalah Tuhan dan tidak ada Tuhan yang lain. Tetapi maksud sa ya engkau adalah Tuhan di bumi dan Allah SWT Tuhan di langit."

Mendengar perkataan iblis yang demikian itu, Nabi Isa as berteriak sekeras-kerasnya hingga Malaikat Israfil turun ke bumi.

Malaikat Jibril dan Mikail yang me lihat hal itu segera menangkap iblis kemudian Malaikat Israfil menghan tamnya dengan sayapnya lalu dibu ang ke matahari.

Nabi Isa as kemudian pergi, tapi masih sempat saja iblis menggoda.
"Wahai Isa, aku bertemu engkau pada hari ini mengalami kesulitan yang sangat luar biasa."

- Dialog Ketiga

Iblis laknatullah masih juga belum kapok meskipun telah dihantam sayap malaikat.

Pada suatu hari, iblis menemui lagi Nabi Isa as dan terjadilah percakapan lagi.

Nabi Isa as: Apakah kamu tidak tahu bahwa sesuatu tidak akan menimpamu kecuali jika telah ditakdirkan kepadamu?

Iblis: Sekarang coba saja naik ke puncak gunung sana lalu jatuhkan tubuhmu dari puncak gunung itu, apakah engkau hidup atau mati?

Nabi Isa as: Apakah kamu belum mengetahui bahwa Allah SWT berfirman:

"Janganlah hambaKu menguji-Ku, karena Aku berbuat sesuatu atas kemauan-Ku."

Maksudnya adalah jika ALlah SWT menghendaki masih hidup, maka tidak akan mati orang yang terjun dari puncak gunung. Karena hamba tidak bisa menguji Tuhannya tetapi Tuhanlah yan menguji hamba-Nya.

Iblis: Apakah kamu tidak mengatakan benar? Cobalah ambillah wadah lampu, kemudian pukulkan ke tubuhmu, tentu engkau akan kesakitan bukan?

Nabi Isa as: Kamu ini celaka, bukankah Allah SWT telah melarang seseorang untuk memohon atas kerusakan tubuh.

Dari Kisah Islamiah ini, dialog an tara Nabi Isa as dan Iblis, dapat di ambil pelajaran bahwa segala se suatu yang terjadi dan yang akan terjadi adalah kekuasaan dan ke hendalk ALlah SWT.

Siapapun dia, bagaimanapun hebat nya dia, tidak akan mampu lari dari takdir Allah SWT.










________

Kisahislamiah.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar