Senin, 22 Oktober 2018

Tipu Daya Iblis (8)

Tipu Daya Iblis (8)
Oleh aminuddin






Nasehat Iblis untuk Nabi Musa



Dikisahkan dari Ibnu Umar bahwa suatu ketika Iblis datang kepada Nabi Musa as.

Ia berkata, "Wahai Musa, engkau telah dipilih Allah dengan risalah-Nya, dan Allah telah berbicara padamu: "Wa kallamallahu Musa takliimaan". Aku ini makhluk Allah juga. Aku ingin bertaubat. Karena itu, mohonkanlah syafa'at untukku agar Allah mengampuniku".

Nabi Musa kemudian berdoa pada Allah. Maka Allah berfirman:

"Wahai Musa, Aku penuhi permintaanmu. Tapi, katakan pada Iblis agar dia bersujud pada kuburan Adam terlebih dahulu".

Setelah itu, Musa memberitahukan apa yang difirmankan Allah kepadanya.

Bagaimana reaksi Iblis?

Dia marah besar dan berkata, "Dulu, ketika Adam masih hidup, aku tidak mau bersujud kepadanya. Mana mungkin aku harus bersujud kepadanya setelah ia mati?"

Karena sikapnya tersebut, Iblis tidak mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Setelah itu Iblis berkata pada Musa, "Musa aku berutang budi padamu. Engkau telah memintakan ampun pada Allah untukku. Sekarang aku akan memberikan nasihat padamu. Ingatlah aku dalam tiga keadaan, agar aku tidak membinasakanmu. Pertama, kalau engkau marah, ingatlah aku. Karena, saat engkau marah, ruhku berada dalam hatimu dan mataku berada dalam matamu. Kedua, ingatlah aku ketika engkau menghadapi peperangan. Aku data ngi anak Adam. Aku ingatkan dia tentang anaknya, istrinya, dan kelu arganya sehingga ia meninggalkan medan perang. Dan ketiga, hindarilah berduaan dengan seorang perempuan yang bukan muhrim-mu. Ketahuilah, pada saat itu aku akan menjadi utusanmu un tuknya, dan menjadi utusannya untukmu".

Dalam banyak riwayat terungkap bahwa zaman dulu Iblis seringkali menemui orang-orang saleh, teruta ma para nabi untuk berdialog de ngan mereka.

Dari pertemuan tersebut, seringkali terlontar "kata-kata hikmah" dari Iblis berkaitan dengan strateginya dalam menjerumuskan manusia.

Untuk zaman sekarang, biasanya Iblis (di sini disebut setan sebagai penerusnya) tidak langsung berha dapan, tapi  masuk ke dalam diri kita.

Dari kisah tersebut, ada tiga keada an yang membuat Iblis beserta bala tentaranya akan efektif menguasai manusia.

Yaitu saat marah, saat berkecamuk nya peperangan, dan saat berduaan dengan wanita yang bukan muhrim (apalagi kalau kita suka padanya).


Hal ini sangat logis, karena dalam tiga situasi tersebut, kondisi psikologis seseorang sangat labil. Sehingga seseorang berpotensi untuk bertindak di luar kendali "akal sehatnya".

Pada saat marah, setan akan membangkitkan nafsu amarah di dalam hati, hingga seluruh kejelekan bisa masuk ke dalam diri kita.

"Marah adalah kunci dari segala keburukan dan kejahatan," demikian Imam Ja'far As Shiddiq mengungkapkan.



___

- Sumber: Pusat Data Republika
hikmah tiga nasihat iblis nasihat iblis untuk musa nabi musa musa jadi nabi
   
- m.republika.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar