Jumat, 26 Oktober 2018

Tipu Daya Iblis (14)

Tipu Daya Iblis (14)
Oleh aminuddin



Dimana Iblis Berdiam


SEBELUMNYA akan saya jelaskan tentang bagaimana wujud asli Iblis yang sebenarnya sangat berbeda dengan Jin.

Bentuknya memang mirip jin akan tetapi Allah SWT memberikan ku tukan kepadanya beserta keturu nannya dengan rupa yang buruk, sekalipun dia masih bisa menjelma dalam bentuk yang lebih baik.

Iblis mempunyai ekor yang sangat pendek, sekitar 4-6 cm atau lebih sedikit. Namun hanya Iblis dan anak cucunya saja yang  memiliki ekor seperti itu.

Sedangkan bangsa jin, mereka sa ma sekali tidak punya ekor, seperti yang biasa digambarkan oleh ma nusia selama ini.

Ekor setan tidaklah sepanjang ekor kucing atau binatang lainnya, seba gaimana yang selama ini digam barkan oleh manusia.

Dibandingkan dengan tinggi manu sia, tinggi mereka sekitar satu le ngan atau 140 hingga 160 cm. Akan tetapi, mereka bisa menjelmakan dirinya dalam bentuk yang lebih tinggi dan besar, sampai sepuluh meter.

Iblis memiliki rumah berupa istana. Istana tersebut sangat besar deng an jutaan pelayan, pengawal, dan setan di dalamnya.

Demikian pula dengan para pengua sanya yang ditempatkan di berba gai kantor pemerintahan. Dia juga mempunyai singgasana yang bera da di atas air, atau tepatnya di atas lautan.

Dalam sebuah riwayat tentang para pengikut Dzu Al-Qarnain yang didu ga adalah seorang Macedonia. Disebutkan bahwa sekali waktu dalam perjalanan mereka, mereka sampai di suatu tempat dimana terdapat banyak air di sekitarnya, dan tampaklah sebuah pulau dari kejauhan.

Mereka melihat suatu umat yang berkepala anjing dengan taring yang menyelinap keluar dari mulut mereka, bagaikan nyala api.

Para pengikut Dzu Al-Qarnain segera menghampiri dan mencoba menyerang mereka. Namun, dari kejauhan mereka melihat sinar yang sangat terang, dan ternyata itu adalah sebuah istana yang terbuat dari kristal.

Dzu Al-Qarnain bermaksud menaklukkan mereka dan masuk ke dalam istana. Akan tetapi Bahram, sang filosof melarangnya dan memberitahu bahwa siapa saja yang masuk ke dalam istana itu pasti akan tertidur, lalu ditawan oleh orang-orang yang ada di dalam istana itu, dan tidak akan bisa keluar lagi.

Beberapa orang pernah masuk ke dalam istana yang isinya tidak di ketahui siapapun itu. Mereka lalu tertidur, tanpa pernah bangun lagi.

Iblis memiliki banyak istana. Dia pindah dari satu istana ke istana yang lain untuk mengatur kerajaan nya. Anak perempuannya yang pa ling tua juga mempunyai istana dan pengawal.

Sedangkan anak laki-lakinya memiliki istana yang sangat besar seperti yang dimiliki oleh para pejabat pemerintahan Iblis.

Dari sanalah mereka mengendalikan seluruh aktivitas penyesatan mereka terhadap umat manusia, dalam rangka merealisasikan cita-cita Iblis yang mereka anggap sebagai Tuhan mereka.

Iblis memiliki markas besar di kedalaman samudra, seperti yang diisyaratkan Allah dalam firmanNya yang berbunyi :

مَرَجَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ يَلۡتَقِيَانِ ١٩ بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخٞ لَّا يَبۡغِيَانِ ٢٠

“Dua lautan mengalir dan kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing (QS Ar-Rahman: 19-20).

Itulah sebabnya markas besar Iblis terletak di Segitiga Bermuda. Baik bagi kalangan manusia maupun jin, mereka adalah pihak yang bertang gung jawab terhadap hilangnya pe sawat dan kapal laut yang mema suki wilayah Segitiga Bermuda, khu susnya ketika para pilot dan nakho danya adalah orang non muslim yang tidak mempunyai benteng dalam menghadapi serangan setan.

Andaipun mereka selamat, itu sa ngat langka dan hanya merupakan pengecualian. Setan seringkali berpura-pura menjadi orang yang selamat itu, sekedar untuk mem buat manusia lengah dari ancaman mereka.

Terlebih lagi, ada diantara mereka yang menganggap bahwa kapal atau pesawat mereka tersedot angin puting beliung.

Sebenarnya peristiwa yang menimpa ekspedisi ke-19 (Flight 19: Bermuda Triangle Expedition), berikut ekspedisi selanjutnya yang telah berusaha membongkar adanya Segitiga Bermuda, bukanlah ekspedisi yang pertama kali mengalami nasib malang di tempat misterius itu.

Memang kejadian ini sudah terjadi sejak lama sekali, sampai-sampai para nelayan takut memasuki wila yah tersebut.

Orang yang meneliti tempat itu ak an ditangkap jika dia berani mema suki wilayah tersebut tanpa izin. Terkadang izin bisa diperoleh de ngan membakar kemenyan.

Sebagian dari mereka melakukan jual-beli dengan Iblis dan mengatakan,

“Kami berlindung kepada penguasa tempat ini dari segala marabahaya.”

Persis seperti yang dilakukan orang jahiliyah saat mereka akan melalui padang pasir dan tempat yang ti dak dihuni manusia.

Ketika melalui wilayah itu, mereka perlu membawa ahli sihir yang mempunyai perjanjian dengan setan. Kalau tidak demikian, maka kemungkinan besar pesawat dan kapal tersebut berikut para penumpangnya akan ditangkap.

Kadang-kadang mereka cukup menangkap para penumpangnya saja untuk mereka jadikan bahan penelitian di kerajaan Iblis atau  kor ban kepada Iblis yang memang sa ngat gembira melihat kematian manusia, khususnya jika di akhir hayatnya, mereka tidak berada da lam Islam atau agama Nabi Mu hammad SAW.

Pengorbanan seperti itu umumnya dilaksanakan di hari besar Iblis. Sedangkan untuk kapal dan pesa wat yang dirampas akan ditem patkan di suatu tempat dengan ditutupi cahaya tertentu atau ribuan setan.









_____
Arc3.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar