Rabu, 24 Oktober 2018

Dua Menara (36)

Dua Menara (36)
Oleh Wak Amin

SATU jam setelah Mr Clean menda pat laporan dari Bu Hawiyah, mayat Pak Karta diketemukan pihak kepo lisian berdasarkan laporan seorang nelayan yang menemukan sesosok mayat mengapung di pinggir laut.

Hasil autopsi menunjukkan banyak luka lebam diketemukan di sekujur tubuh, terutama muka Pak Karta.

Polisi bergerak cepat ..

Setelah mendatangi kediaman Bu Hawiyah dan mendengar langsung cerita jelang 'diculiknya' Pak Karta oleh sekelompok orang tak dikenal, Mr Clean menghubungi Letnan Ratna di mabes.

Letnan Ratna pun menindaklanjuti permintaan Mr Clean dengan meng hubungi kepala penjara tempat di mana Dul Betok, Brewok dan Pe lontos ditahan.

"Saya harap kerjasamanya," kata Letnan Ratna pada Pak Amir, ke pala penjara pinggir kota.

"Baik Bu Letnan. Kami akan persi apkan segsla sesuatunya dengan baik."

Atas saran Mr Clean, Letnan Ratna membatalkan niatnya untuk bera ngkat sendiri ke lokasi. Walau ke beratan, dia akhirnya menerima aja kan Mr Clean untuk bersngkat ber dua dari mabes.

Sekitar pukul empat sore mereka tiba di lokasi. Diterima Pak Amir, Mr Clean dan Letnan Ratna di bawa petugas sipir menemui Dul Betok.

Semula Dul Betok ogah bicara. Na mun, setelah dibujuk Letnan Ratna, akhirnya bersedia.

"Baiklah," ucapnya kemudian. "Apa yang bapak dan ibu berdua harap kan dari saya?"

"Anda kenal orang ini kan?" Mr Cle an memperlihatkan sebuah foto le laki beralis tebal.

Dul Betok menarik nafas ...

"Anda kenal kan?"

"Ya."

"Kemarin dia dibunuh orang tak di kenal. Mayatnya ditemukan meng ambang di laut. Anda pasti tahu sia pa dalang dari semua ini, Tuan Dul Betok?"

Dul Betok geleng-geleng kepala ...

"Benar Pak. Saya tidak tahu," jawab Dul Betok sedikit gemetar.

"Anda jangan bohong. Kami yakin anda tahu ..."

"Benar. Saya tidak tahu ..."

"Baiklah. Anda kenal orang ini?" Ta nya Mr Clean sambil memperlihat kan foto Tuan Chang dengan bebe rapa koleganya lagi mejeng di sua tu tempat dengan latar belakang gedung pencakar langit.

Dul Betok geleng-geleng kepala ..

"Baiklah. Jika memang anda tidak mau bekerjasama de gan kami ber dua," kata Mr Clean sembari melirik Letnan Ratna yang mulai geram dan naik pitam, "Kami tak bisa ja min keluarga dan seluruh aset an da akan aman .."

"Anda mengancam saya?"

"Tidak," kata Mr Clean.

Guaaar ...

Dia tarik tangan Dul Betok, sehing ga kesakitan karena terjepit di sela besi pembatas pertemuan antara napi dengan pembesuk.

"Mau saya patahkan tangan anda Tuan Dul Betok ...?"

"Jangan .. Jangan Pak Polisi .. Ad uh sakitnya ..."

"Mau tidak ..?"

"Mauuu ..."

Keraaak ...

Dipelintir. Dul Betok mengerang kesakitan ...

"Mau tidak?"

"Mau .. Maksud saya .. Saya tahu dalang di balik semuanya ini," jerit Dul Betok.















Tidak ada komentar:

Posting Komentar