Dua Menara (37)
Oleh aminuddin
"KATAKAN cepaaat!" Bentak Mr Clean.
"Baik Tuan Clean. Tapi dengan satu syarat ..."
"Apa itu?"
"Bagaimana dengan saya?"
"Maksud anda?"
'Bebas atau paling tidak saya tidak terlalu lama mendekam di tempat ini Tuan .."
"Nanti kita bahas itu. Kami berdua sudah tidak punya waktu lagi. Ce patlah katakan sebelum kami be rubah pikiran ..."
"Baiklah ...," kata Dul Betok, Dalang nya adalah Tuan Chang."
"Anda tidak main-main kan?"
"Tidak Tuan Clean. Ssya tidak main-main."
"Apa jaminan buat saya?"
"Kalau saya bohong, tembak saja saya Tuan. Beres kan .."
"Oke .. Terima kasih atas infonya. Kami berharap anda membantu kami menangkap dalangnya."
"Siap Tuan Clean ..."
Di luar penjara (lapas) tampak se pi. Dari kejauhan tampak mobil ber seliweran.
Cuaca mendung, tapi tidak turun hu jan. Mr Clean dan Letnan Ratna ke luar dari gedung berpagar kawat ti nggi berduri itu ditemani Pak Amir dan beberapa anak buahnya.
Sementara di tempat berbeda, Tu an Chang dan Tuan Chow tengah membahas langkah antisipasi ter hadap gerak-gerik Mr Clean dan Letnan Ratna.
"Saya yakin, cepat atau lambat, me reka berdua akan menangkap kita Tuan Chow ..."
Hua ha ha ha ..
"Sejak kapan anda jadi penakut Tu an Chang," sindir Tuan Chow. " Dari pada takut dan pengecut potong sa ja burung perkututmu Tuan Chang."
Ha ha ha ha ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar