Oleh aminuddin
PAKAR lain, Howley dan Pandarvis (1990) melihat alasan pemberian pelayanan pendidikan bagi anak berbakat untuk mempersiapkan pemimpin di masa mendatang.
Akhirnya, sebagai kesimpulan dike mukakan pandangan Barbara Clark (1983) yang menyebutkan beberapa alasan anak berbakat membutuhkan pendidikan khusus (dikutip dari Sorenson, 1988) :
> Keberbakatan muncul dari proses interaktif di mana tantangan dan rangsangan lingkungan membawa keluar kapasitas yang dimiliki diri sendiri dan memprosesnya.
< Sistem politik dan sosial kita bersandar pada prinsip demokratis. Jika sekolah menyediakan kesempatan pendidikan yang sama untuk semua anak, berarti ini mengingkari adanya hak perkembangan pendidikan yang cocok bagi anak berbakat.
> Elitisme hanya berkaitan dengan keberbakatan, jika seseorang secara salah menggambarkan bahwa kelompok anak berbakat adalah suatu kelompok yang dipilih karena beberapa keterampilan khusus atau kemampuan, seperti atlet, bakat musik atau bisnis dalam masyarakat; seharusnya juga dilihat dengan cara yang sama bagi keberbakatan intelektualnya.
< Anak berbakat dapat segera menemukan gagasan dan minat mereka yang berbeda dari anak sebayanya.
> Jika pendidik mempertimbangkan kebutuhan anak berbakat dan mendesain program pendidikan yang memenuhi kebutuhannya, maka siswa akan menunjukkan prestasi dan perkembangan yang luar biasa, sesuai dengan rasa kompetisi dan kesehatan mentalnya.
< Kontribusi anak berbakat pada masyarakat berada pada seluruh aspek kehidupan, dan proporsional di dalam keseluruhan. Masyarakat akan sangat membutuhkan banyak siswa seperti ini.
Dengan alasan-alasan tersebut dapatlah dilihat bahwa pemberian pelayanan pendidikan khusus bagi anak berbakat intelektual mencakup baik untuk dirinya sendiri maupun untuk lingkungan sekitarnya, masyarakat dan bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar