Strategi Pemanfaatan Lahan Basah (5)
Oleh aminuddin
c1. Pengembangan Tanaman Perkebunan
SECARA tradisional penduduk yang tinggal di daerah rawa banyak yang bertanam kelapa lokal. Tanaman kelapa dapat tumbuh dengan baik pada kondisi lahan yang basah dan kadang-kadang tergenang.
Masyarakat Bugis misalnya meng embangkan tanaman kelapa di la han pasang surut dengan sistem parit di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
Pengembangan tanaman perkebu nan lainnya seperti kelapa sawit di lahan rawa sangat potensial. Penu runan produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di perkebunan di lahan kering dapat mencapai lebih dari 50% pada musim kemarau.
Ketersediaan air di perakaran tana man perkebunan di lahan rawa pa da musim kemarau relatif masih tersedia.
Pengembangan tanaman kelapa sawit ini relatif lebih banyak dikembangkan oleh pihak swasta di Sumatera Selatan.
Pengembangan tanaman perkebunan di lahan rawa harus memperhatikan sifat dan ciri lahan, kedalaman afektif perakaran yang diperlukan, serta memerlukan dukungan tata air yang baik.
d1. Hutan Tanaman Industri
Tanaman industri seperti acacia crassicarpa sebagai bahan baku industri 'pulp and paper' banyak di tanam di daerah rawa yang telah mendapat modifikasi fisik lingku ngan dengan bantuan jaringan sa luran, tanggul banjir, pintu air dan jalan setempat.
Daerah yang sudah cukup luas dikembangkan untuk hutan tanaman industri dengan tanaman pokok acacia ini di antaranya di Riau (PT Arara Abadi), Jambi (PT WKS) dan Sumatera Selatan (PT SBA dan PT SHP).
Mengingat jenis tanaman acacia ini memerlukan daerah perakaran yang relatif tidak tergenang maka penge lolaan air dan penurunan muka air tanah merupakan hal utama yang dibutuhkan.
Pengelolaan air sangat diperlukan terutama jika lahannya adalah la han gambut. Keterlibatan masya rakat setempat di sekitar lokasi dalam kegiatan hutan tanaman industri ini seyogianya bersinergi dengan kegiatan perusahaan.
e1. Pengembangan Perikanan
Untuk daerah-daerah yang secara langsung mendapat pengaruh air laut maka kegiatan yang potensial dapat berupa perikanan tangkap ataupun budidaya laut (Marinkultur Kerapu). Sedangkan pada daerah air payau ataupun air tawar dapat dilakukan budidaya udang ataupun ikan.
Pemanfaatan daerah rawa untuk kegiatan perikanan masih belum optimal. Khusus di Sumsel misal nya, perikanan rawa masih bersifat perikanan tangkap, belum banyak yang bersifat budidaya. Padahal konsumsi ikan dirasakan terus meningkat setiap tahunnya.
Perubahan fungsi rawa dari habitat ikan menjadi lahan produktif untuk berbagai kepentingan lain menye babkan populasi ikan rawa menu run drastis.
Cukup banyak areal rawa yang po tensial untuk pengembangan peri kanan budidaya di lahan rawa yang ada di Sumsel.
Misalnya di Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir (OI), Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar