Minggu, 06 Januari 2019

Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (19)

Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (19)
Oleh aminuddin


1.8. Ali ar-Ridha

Ali bin Musa al-Kadzim bin Ja'far ash-Shadiq, salah satu dari Imam besar (kaum Muslimin) dan pelita umat, dari golongan Ahlul Bait Nabi, sumber keilmuan, irfan, kedermawanan.

Imām Alī bin Mūsā ar-Riđhā (Bahasa Arab: علي بن موسى الرضا) (Madinah, 11 Dzulkaidah 148 H - Masyhad, 17 Safar 203 H[2]) (diperkirakan 1 Januari 765 - 26 Mei 818).

Dalam Bahasa Persia, dia sering dipanggil dengan nama Imam Reza dan dijuluki dengan panggilan Abu al-Hasan.

Dia hidup pada masa berkuasanya tiga orang Khalifah Bani Abbasiyah yaitu Harun ar-Rasyid, al-Amin dan al-Ma'mun dan diangkat oleh al-Ma'mun menjadi putra mahkota kekhalifahan.

Pengangkatan beliau  menyebab kan terjadinya pemberontakan dari keluarga Bani Abbasiyah lainnya terhadap al-Ma'mun.

Kelompok Syiah tidak sepenuhnya menerima penunjukkan Imam Ali ar-Ridha sebagai putra mahkota pengganti al-Ma’mun.

Mereka menuduh ini taktik politik al-Ma’mun agar mendapat duku ngan dari kaum Syiah, dan juga fakta bahwa Imam Ali ar-Ridha berusia 20 tahun lebih tua dari al-Ma’mun.

Artinya, kemungkinan Imam Ali ar-Ridha kelak tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai khalifah amat besar.


- Julukan
Julukan lainnya yang diberikan kepada Imam Ali ar-Ridha adalah ash-Shabir, ar-Radhi, al-Wafi, az-Zaki, dan al-Wali.

Selain itu julukan lainnya adalah: Imam Zamin'i Tsamin, Tsamin ber arti delapan, Zamin berarti kesela matan dan keamanan, Gha ribul-Ghurabaa, dan Alim'i ali Muham mad.

- Ibu
lbunya bernama Taktam. Ada pula yang menyebut bernama Najmah yang dijuluki Ummu al-Banin, seo rang yang shalehah, ahli ibadah, utama dalam akal dan agamanya dan setelah melahirkan Ali ar-Ridha, Musa al-Kadzim memberinya nama at-Thahirah.

- Saudara
Dia memiliki saudara yang bernama Zaid, yang melakukan revolusi dan membuat kerusuhan di Madinah.

Zaid pernah tertangkap dan dibawa atas perintah al-Ma'mun ke Khura san untuk diadili. Al-Ma'mun mem bebaskannya sebagai penghorma tan terhadap Imam Ali ar-Ridha.

Imam memiliki saudara lain yang bernama Abdullah, di mana ia hidup sampai masa Imam Muhammad al-Jawad.

Imam memiliki seorang saudari yang bernama Fatimah Maksumah, meninggal di Qom, Iran ketika datang dari Madinah menuju Masyhad untuk mencari kakaknya, Imam Ali ar-Ridha.

Kuburan Fatimah Maksumah, sampai saat ini masih terdapat di Qom, dan menjadi pusat ziarah di sana.

Istri-istri
Imam menikah dengan Sayyidah Sabika yang juga dikenal dengan nama Khaizarun. Istri Imam ini adalah keturunan sahabat Muhammad, yang juga pembela setia Ali, Ammar bin Yasir.
Khaizarun merupakan ibu dari Imam ke-9, Muhammad al-Jawad.

Selain itu, Imam dinikahkan pula dengan putri dari khalifah saat itu, Ummul Fadhl binti al-Ma'mun.

Menurut riwayat, Ummul Fadhl, mengetahui Imam telah memiliki istri lain yang telah memberikan ke turunan, menjadi marah, dan setuju untuk memberi racun hingga menye babkan wafatnya Imam.

- Keturunan
Putra-putra Imam bernama:

Hasan
Muhammad al-Jawad, penerus keimaman
Ja'far
Ibrahim
Husain
Putri Imam bernama Aisyah.


- Kewafatan
Ali ar-Ridha wafat setelah mema kan buang anggur. Banyak kalang an Syiah yang percaya buah anggur itu sudah diracun atas perintah al-Ma’mun.

Imam Ali ar-Ridha wafat lebih dulu dari al-Ma’mun. Wafatnya Ali ar-Ridha meredakan ketegangan po litik.

Al-Ma’mun membujuk keluarganya dan pejabat Abbasiyah untuk kem bali loyal kepadanya karena Ali ar-Ridha bukan lagi putra mahkota.
















____
https://id.m.wikipedia.org>wiki>ali_ar ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar