Klimatologi Pengelolaan DAS (4-habis)
Oleh aminuddin
Hutan dan Pemanasan Global
PEMANASAN global (global warning) adalah kenaikan suhu yang disebabkan oleh kenaikan intebsitas ERK (efek rumah kaca).
ERK ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin.
Dengan temperatur rata-rata15° C (59°F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33° C dari temperaturnya semula, yang jika tidak ada ERK suhu bumi hanya -18° C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan bumi.
Sebaliknya, manakala gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan terjadinya pemanasan global.
° C
3 |
S |
U |
M |
B |
A |
N 2 |
G |
A |
N |
|
___
K | | |
E | | |
| |
N | | |
A 1 | | |
I | | |
K | | |
A | | |
N | | |
| | | ---
S | | | | |
U | | | | |
H | | | | |
U | | | | |
| | | | | ---- ---
| | | | | | | | | ---
0 |_ |_|_ | |____ |_|__ |_|___|_|
C02 CFC CH4 O2 N2O
Jenis GRK
Ilustrasi 2 :
Sumbangan gas rumah kaca (ERK) C02, CFC, metan, Ozon (03) dan N2O pada pemanasan global. Sum bangan terbesar diberikan oleh CO2 (UNEP, 1987. The greenhouse gases. UNEP/GEMS Environment library no 1.UNEP, Nairobi).
ERK :
- Istilah ERK berasal dari pengalaman para petani di daerah iklim sedang yang menanam sayur-sayuran dan bunga-bungaan di dalam rumah kaca.
- Pada siang hari ketika cuaca cerah, tanpa alat pemanas pun suhu di dalam rumah kaca lebih tinggi daripada di luarnya.
- Cahaya matahari yang dapat menembus kaca diperuntukkan kembali oleh benda-benda di dalam rumah kaca sebagai gelombang panas berupa infra-merah.
Dengan demikian suhu di dalam rumah kaca naik, dan panas itu terperangkap di dalam rumah kaca. Suhu di dalam rumah kaca jadi lebih tinggi daripada di luarnya. > dari inilah tercipra istilah ERK.
- ERK dalam atmosfir bumi terjadi di lapisan troposfer.
Dampak Pemanasan Global :
a. Rangsangan pertumbuhan oleh kenaikan CO2.
b. Perubahan iklim dan vegetasi.
c. Kenaikan permukaan laut.
Pengelolaan Dampak Pemanasan Global :
a. Mengurangi emisi CO2: yang pertama dari produksi dan konsum si BBF; yang kedua pada peneba ngan, pembakaran dan konversi hutan.
b. Mendaur-ulang CO2: pada fase pertumbuhan atau sekumpulan tumbuhan, misalnya hutan, hasil fotosintetis di antaranya merupakan produk bahan organik, seperti kayu. Reaksi umum fotosintetis : 6 CO2 + 6 H2O ----> C6H12O6 - 6 O2.
c. Pengendalian pemanfaatan hutan: kayu yang diolah menjadi bahan jadi. Jika bahan mebel dan kertas dalam bentuk buku yang tersimpan dalam perpustakaan. Dalam bahan jadi tersebut terkan dung karbon, jadi karbon pun terakumulasi.
d. Peningkatan reboisasi (penanaman pohon).
e. Mengurangi emisi CFC
f. Mengurangi kadar ozon.
g. Mengurangi emisi metan.
Kesimpulan
1. Peningkatan intersepsi air hujan untuk meningkatkan jumlah air sim panan dalam tanah di bagian hulu DAS dapat dilakukan selain dengan penanan pohon, juga dengan meningkatkn jumlah dan ketebalan
seresah di bawah tegakan pohon.
2. Pemilihan jenis pohon dengan ujung penetes yang runcing pada tahap awal penanaman hutan un tuk mengurangi erosi percikan.
3. Untuk mengurangi dampak pema nasan global dapat dilakukan berba gai upaya, di antaranya dengan pemanfaatan kayu sebagai bahan awet disertaiusaha penanaman pohon secara berkesinambungan terus menerus untuk mengurangi kadar CO2 di atmosfer.
______
Tulisan ini disarikan dan bersumber dari makalah berjudul 'Klimatologi dalam Pengelolaan DAS', ditulis dan disampaikan Ir Ruli Joko Pur wanto, M.P, dosen Faperta UIBA, pada pelatihan "Dasar-dasar Pe ngelolaan DAS Berkelanjutan" yang digelar Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan bekerjasama dengan Forum DAS Sumsel, di Pa lembang, 10-13 Desember 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar