Minggu, 13 Januari 2019

Strategi Pemanfaatan Lahan Basah (4)

Strategi Pemanfaatan Lahan Basah (4)
Oleh aminuddin


b1. Pengembangan Tanaman Pangan dan Holtikultura*

Pengembangan daerah rawa untuk mendukung produksi tanaman pa ngan dan holtikultura mempunyai posisi yang sangat strategis.

Pengembangan daerah irigasi di Indonesia pada masa Orde Baru sangat cepat karena komitmen untuk mencapai swasembada pangan khususnya beras, yang didukung oleh program-program pendukung pertanian seperti BIMAS.

Daerah irigasi seluas 3.9 juta ha pada tahun 1976 berkembang men jadi 4.8 juta ha pasa rahun 1997. Dan sebagai hasil dari kesemuanya itu, pemerintah menyatakan swasembada beras pada tahun 1984.

Swasembada beras ini tidak dapat bertahan lama karena cepatnya laju pertambahan penduduk, menurun nya kualitas sumber daya lahan dan air, adanya El Nino (kekeri ngan), dan banjir (La Nina). Dan pads akhirnya di tahun 1990-an, Indonesia menjadi negara pengim por beras lagi.

Kecenderungan pola konsumsi pangan pada saat ini tetap menun jukkan beras sebagai bahan maka nan utama. Rata-rata laju pertumbu han produksi beras tahunan di Ja wa menurun dari 5,7℅ (1980) menja di 1,1℅ (1996).

Sedangkan di luar Jawa meningkat dari 3,5℅ menjadi 4,1℅ untuk waktu yang sama. Pertumbuhan asimetris ini menunjukkan pelandaian produk si beras di Jawa karena alih fungsi lahan-lahan sawah yang ada. Hal ini terus terjadi sampai saat ini.











_____
*
a. Rawa adaptasi lebailk untuk ta naman pangan dan diversifikasi

Rawa darat atau rawa lebak sudah sejak ratusan tahun silam diman faatkan untuk pertanian dalam ar tian luas.

Masyarakat menyesuaikan dengan kondisi hidrologi, tanah dan lingku ngan dalam berusaha tani. Tana man yang ditanam pada akhir mu sim hujan/awal musim kemarau berupa tanaman pangan (padi, ja gung dan kacang-kacangan) dan pa da daerah yang tidak tergenang di musim hujan ditanam tanaman ta hunan (karet, jeruk, mangga lokal, durian dan duku).

Selain itu, pada akhir musim tanam padi (setelah panen) masyarakat memilih bebek/itik yang memanfaatkan sisa-sisa panen di lahan.

Usaha perikansn fi lahsn lebak umumnya dilakukan pada musm hujan yang dapat berupa perjalanan tangkap atau budi daya keramba pada daerah yang dekaat dengan pemukiman.

b. Rawa reklamasi pasang surut untuk tanaman pangan

Salah satu areal yang potensial un tuk upaya peningkatan produksi pangan dan hortikultura di daerah rawa reklamasi pasang surut terda pat di Delta Musi Banyuasin, Sumsel.

Total luas areal yang telah direklamasi sampai tahun 2010 adalah 373.00 ha (BSWVIII, 2010), di antaranya di Deltanl Upang (8.423 ha), Cinta Manis (6.084 ha), Delta Telang I (26.680 ha), Delta Telang II (13.800 ha), Delta Saleh (19.090 ha), Air Sugihan Kiri (50.470 ha), Air Sugihan Kanan (31.140 ha), Pulau Rimau (40.263 ha), Karang Agung Hulu (9.000 ha), Karang Agung Tengah (30.000 ha) dan Karang Agung Hilir (20.317 ha).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar