Rabu, 23 Januari 2019

Tawa Rasulullah SAW (1)

Tawa Rasulullah SAW (1)
Oleh aminuddin




Berteduh di Bawah Pohon
KISAH ini Membuat Rasulullah SAW tertawa. Kisah yang dinukil  Abdullah bin Mas'ud RA langsung dari Rasulullah SAW ..

Rasulullah SAW mengisahkan, ada seseorang tengah berada di neraka. Ia terus berusaha melewati dahsyat nya panas api neraka. Terkadang ia mampu berjalan kaki, namun sese kali terjatuh telungkup, seringkali hangus dibakar api neraka.

Jatuh bangun ia berusaha melewati siksaan demi siksaan. Acapkali ber hasil selangkah, ia mengharap ban tuan Allah SWT.

Dengan tertatih dan dalam waktu yang lama, ia pun berhasil mening galkan neraka. Segera  ia berseru, “Segala puji Allah yang menyelamatkanku darimu, hai neraka!”

Tentu saja, dia bersyukur karena tak ada yang mampu melewati neraka kecuali dia ...

Namun, keluar dari neraka bukan akhir dari penderitaan atas huku man bermaksiat ketika di dunia.

Ia masih merasakan panas yang sangat dan begitu kehausan. Ia pun melihat sekeliling dan tertuju pada sebuah pohon.

Sayang, jarak dia dan pohon itu sa ngat jauh. Ia pun meminta kepada Allah agar mendekatkannya, “Ya Allah, mohon dekatkan aku ke pohon itu. Aku ingin berteduh di bawahnya dan meminum airnya,” pinta orang itu.

Allah SWT pun bertanya padanya, “Wahai cucu Adam, jika Aku dekatkan kau ke pohon itu, apa kau akan meminta hal lain lagi kepada-Ku?”

Orang itu pun segera menjawab, “Tidak wahai Rabbku, aku berjanji tidak akan meminta hal lain,” ujar nya yang tak sabar menikmati ke teduhan di bawah pohon setelah sekian lama dihukum di neraka.

Saat itu, pohon yang di hadapan matanya itu sangat menggiurkan. Allah SWT mengabulkan perminta annya. Ia pun berada di bawah pohon itu, kemudian segera meminum air darinya.

Namun, setelah itu, ia kembali meli hat sebuah pohon. Pohon yang dilihatnya lebih rindang dan lebih indah daripada pohon pertama yang ia telah berteduh di bawahnya.

Melihatnya, orang itu pun lupa  dengan janjinya semula ...

Ia kembali meminta pertolongan Allah agar didekatkan pada pohon kedua itu. “Wahai Allah, mohon dekatkan aku ke pohon itu. Aku ingin berteduh di bawahnya dan meminum airnya. Aku tidak akan meminta hal lain lagi,” pintanya.

Allah SWT pun berfirman, “Hai cucu Adam, bukankah kau telah berjanji tak akan meminta hal lain?”

Orang itu pun menjawab, “Iya, benar ya Allah, tapi kali ini saja. Aku benar-benar tak akan meminta hal lain lagi,” pintanya merengek.

Allah pun memaklumi dan dengan kasih sayang-Nya, Allah SWT men dekatkan orang itu ke pohon kedua.

Orang itu pun dapat berteduh di pohon yang jauh lebih indah dan rindang dari pohon pertama itu.

Namun, ternyata pohon kedua itu berada dekat dengan pintu surga. Setibanya di pohon tersebut, ia mendengar suara penghuni surga yang diliputi kebahagiaan.

Apa daya, ia tak kuasa ingin mema sukinya. Lagi, ia melanggar janjinya dengan Allah. Ia kembali meminta kepada Rabb. ia ingin agar Allah SWT memasukkannya ke dalam surga.

“Ya Allah ya Rabb, Masukkanlah aku ke sana,” pintanya, menunjuk pada surga yang kenikmatannya tak pernah terbayangkan oleh manusia di bumi.

Allah pun kembali berkata, “Hai cucu Adam! Hal apa yang membuatmu puas, apakah kau ingin Aku berikan dunia dan segala isinya?”

Orang itu pun menjawab, “Ya Tuhanku, apakah Kau tengah mengejekku? Tentu saja Kaulah Tuhan pemilik alam semesta,” katanya.

Allah pun tertawa seraya berfirman, “Aku tidak mengejekmu, tetapi Aku Mahakuasa mewujudkan apa yang kau inginkan.”

Maka dimasukkanlah orang itu ke dalam surga dengan rahmat dan kasih sayang-Nya.

Ia pun berkumpul dengan hamba Allah yang lain yang tak pernah menyekutukan-Nya.

Dia pun menjadi orang terakhir ya ng masuk surga, sang penghuni surga terakhir ...

Kisah di atas sangatlah menggelitik sekaligus memicu tawa para saha bat, tak terkecuali Abdullah bin Mas'ud.

Saat bagian si penghuni surga terakhir berkata kepada Allah, “Ya Tuhanku, apakah Kau tengah mengejekku. Tentu saja Kaulah Tuhan pemilik alam semesta,” Ibnu Mas'ud pun tertawa.

Ia berkata kepada orang-orang yang mendengar kisah itu, “Apa kalian ingin bertanya mengapa aku tertawa?”

Para sahabat lain pun menjawab, “Iya, mengapa kau tertawa?”

Ibnu Mas'ud pun menjawab, “Karena aku melihat Rasulullah tertawa (saat mengisahkan hal sama). (Saat mendengar kisah itu dari Rasulullah), aku pun bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, mengapa Anda tertawa?”

Beliau pun menjawab, “Karena Tuhanku, Tuhan seluruh alam, juga tertawa,” sabda Rasulullah.















_____

Republika.Co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar