Kamis, 25 April 2019

Pramasastra Bahasa Arab (5)

Pramasastra Bahasa Arab (5)
Oleh aminuddin




C. Kata Kerja, Kalimat Verbal, Subject dan Object Kata Kerja

I. Bahan Pelajaran :

a. Jamil (telah) pergi ke Kairo (zahaba jamiilun ilal qaahirati).

b. dan dia diam (=turun) di Hotel Syefard (Wa nazala fii funduqin syabardz).

c. Kemudian dia memasuki bagian yang tua dari kota itu (Tsumma dakhalal qismal qadiima minal madiinati).

d. dan mengunjungi Jamik Al Azhar (Wazaaral jaami'a al azhar).

e. dimana dia bertemu (dengan) Syekh Jamik itu (Haitsu laqiya syaikhul jaami'l).

f. dan Syekh itu membawanya ke universitas (Wasysyaikhu akhazahu ilal jaami'ah).

g. Maka dia menghadiri pelajaran Bahasa Arab (Fahadhara darsal lughatil 'arabiyyah).

h. Dan pelajaran itu baik di matanya (menurut pandangannya) (Wahasu nad darsu fii 'ainihi).

_______

II. Pembahasan Tata Bahasa :

1. Kalimat ini (bagian a) adalah ka limat verbal, karena dimulai dengan kata kerja zahaba, dalam bentuk Fa'ala. Subject kata kerja adalah jamiilun. Kata benda ini nominatif, karena subject kata benda selama nya nominatif (berharkat dham mah). Subjectnyalah yang menjadi pelaku dan harus terletak sesudah kata kerja itu.

Kata kerja zahaba dalam bentuk orang ketiga masculin tunggal, perpect. Perpect berarti bahwa kerja (=aksi) itu sudah selesai (pada masa yang lalu), berlawanan dengan Imperpect yang berarti : aksi itu belum selesai, sedang atau akan terlaksana.

Harus diingat bahwa bentuk kata kerja asal (akar) adalah dengan ora ng ketiga masculin tunggal perpect. Dari bentuk inilah dibuat bentuk-bentuk lain dalam kalimat verbal ataupun nominal.

2. Kalimat ini (bagian b) juga verbal, dimulai dengan kata kerja orang ke tiga masculin tunggal perpect: Na zala. Karena subject tidak tertulis (dibaca) maka subjectnya tersem bunyi dianggap ada bersama kata kerja.

Dalam hal ini, kata kerja terdiri dari dua kata: kata kerja dan subjectnya yang tersembunyi. Jadi kalimat no mor 1 (a) lain dari kalimat nomor 2 (b). Kalimat nomor 1 subjectnya di nyatakan dan kata kerja dianggap satu kata. Tiap-tiap kata kerja ha nya mempunyai satu subject, di nyatakan atau tersembunyi.

3. Dalam kalimat verbal ini (c), kata kerja transitif (mempunyai penderita) Dakhala dan kata benda Al Qisma adalah object (penderita) nya yang dalam kasus accusatif. Tanda accusatif ialah berharkat fathah akhirannya. Kata ini tidak bertanwin karena definitif.

Al Qadiima adalah adjective yang membatasi Al Qisma,  karena itu akhirannya berharkat yang sesuai dengan kata yang mendahuluinya. Subject kata kerja Dakhala tersembunyi.

4. Dalam kalimat ini (d), kata kerja zaara berbeda dari kata kerja tiga suku kata bentuk Fa'ala, karena dia mempunyai dua suku kata. Asal kata kerja ini sebenarnya tiga suku kata juga yaitu zawara, tetapi di ganti dengan zaara karena alasan fonetik (ilmu bunyi bahasa).

Kata kerja semacam ini dinama kan kata kerja lemah (sakit), yaitu kata kerja yang suku keduanya "waw atau ya" memiliki tashrif tersendiri.

5. Kata Haitsu (e) adalah adverb yang berharkat tetap. Kata kerja Laqiya dalam bentuk akar Fa'ila. Bentuk kata kerja akar adalah Fa'ala atau Fa'ila atau Fa'ula.

6. Kalimat ini sebenarnya dua. Pertama, kalimat nominal dengan Asy Syaikhu menjadi subject dan predicatnya adalah bagian kalimat lainnya.

Kalimat yang kedua ialah kalimat verbal yang dimulai dengan kata kerja akhaza yang subjectnya tersembunyi.

Kata ganti akhiran Hu ...adalah object kata kerja, yang disambung kan padanya, dalam kasus accusatif walaupun harkat akhirannya tetap.

Karena itu kata Akhazahu sebenar nya tiga kata : kata kerja, subject (tersembunyi) dan object kata kerja.

Kata ganti akhiran accusatif sama halnya dengan kata ganti akhiran genitif, kecuali dalam orang perta ma tunggal yaitu Niiy .. bukan Siiy....


8. Kata kerja Hasuna bentuk akar Fa'ula. Kombinasi 'Ainihi adalah construct phrase yang terdiri dari 'Aini dan kata ganti akhiran Hu .. Ini adalah kata ganti akhiran yang sudah berubah menjadi Hi .. karena terpengaruh oleh harkat kasrah yang mendahuluinya.

Kata ganti akhiran Hu .. Huma .. Hum .. Hunna ..  berharkat dhammah diubah menjadi kasrah bila didahului - ... atau Siiy .. Atau Say ..


III. Latihan :

1. Yang terhormat (kawanku Umar) ('Aziizii 'Umaru).

2. Saya pergi ke Bagdad di musim semi (Zahabtu ila baghdaada fii fashlir rabii').

3. Dan saudara (f) ku pergi dengan aku (Wazahabat ukhtii ma'iiy)

4. Dan saya diam (bermalam) di Hotel Dajlah (Wanazaltu fi funduqi dijlah).

5. Dimana engkau bermalam pada tahun yang lalu (Haitsu nazalta anta fis sanatil maadhiyati).

6. Dan saudara(f)ku mengunjungi makam Raja Faisal yang masyhur (Wazaarat ukhtii qabral maliki faishalil masyhuura).

7. Pada hari kedua saya (saya sendiri) menuju (bermaksud) ke Jamik Khazimin dan saya melihat kubahnya yang keemasan (Wafil yaumitstsaani qashadtu anaa jaami'al kaazimaini wara-aitu qubbatahuz zahabiyyata).

8. Dan Bagdad sesungguhnya (pada hakikatnya) satu kota besar (Wa baghdaadu fil haqiiqati madiinatun 'adzhiimatun).

9. Kawanmu Ali (Shadiiquka 'aliyyun).


IV. Ulangan :

a. Terjemahkan ke Bahasa Indonesia :

1. Zahabtu ilal jaami'ati wa-akhaztu abniiy ma'iiy.

2. Wadakhala abniiy ghurfatal lughatil 'arabiyyati wa hadharad darsa.

3. Laqiyal malikul 'adzhiimu syu'batu bihubbin syadiid.

4. Qashadat ummiil jabala haitsul jawwu jaaffu.

5. Anta ra-aital hilaala fauqal qaryati wa ana ra-aitahu.


b. Terjemahkan ke Bahasa Arab :

1. Saya bermaksud ke rumah ibu saya, tetapi saya telah melihatnya di rumah saudara (f) saya.

2. Engkau telah mengambil buku saya dari kamar saya.

3. Saudara (f) saya menghadiri pelajaran pada universitas itu.

4. Kawan saya Umar pergi ke Riya dh dan mengunjungi Abdul Aziz ibn Su'ud.

5. Saya telah pergi ke puncak gu nung itu  dan melihat wadi yang luas itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar