Lafadz Allah dalam Surah Al- Baqarah (17)
By aminuddin
71. Ayat 143 :
" .... Wa inkaanat lakabiiratan illa 'alallaziina hadallaah. Wamaa kaanallahu liyudhii'a iimaanakum. Innallaaha binnaasi lara-uufurrahiim."
(... Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petun juk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia).
72. Ayat 144 :
".. Wainnallaziina uutul kitaaba laya'lamuuna annahul haqqu mirrabbihim. Wamallaahu bighaafilin 'ammaa ya'lamuun."
( .. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan).
73. Ayat 148 :
" ...Ainamaatakuunuu ya-'ti bikumullaahu jamii'aa. Innallaaha 'ala kulli syai-in qadiir."
( ... Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu).
74. Ayat 149 :
" ...Wamallaahu bighaafilin 'ammaa ta'lamuun."
( .. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan).
75. Ayat 153 :
"Yaa-ayyuhallaziina aamanusta'iinu bishshabri washshalaah. Innalaaha ma'ash shaabiriin."
(Hai orang- orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat seba gai penolongmu (37), sesungguh nya Allah beserta orang-orang yang sabar).
76. Ayat 154 :
"Walaa taquuluu limayyuatalu fii sabiilillaahi amwaattun bal ahyaa-uwwalaakillaa tasy'uruun."
(Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati ; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup (38), tetapi kamu tidak menyadarinya).
77. Ayat 156 :
"... Qaaluu innalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun."
( ... . mereka mengucapkan : "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji'uun" (39).
____
(37) Ada pula yang mengartikan : "Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat."
(38). Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, dima na mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana keadaan hidup itu.
(39). Artinya : Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Kalimat ini dina makan kalimat "istirjaa" (pernyataan kembali kepa da Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar