Jurnalistik dan Dakwah (10-habis)
Oleh aminuddin
Contoh Jurnalistik Dakwah
Sukses Pemilu dan Ukhuwah Islamiyah
Oleh H Muazim Syair
GENDERANG pesta demokrasi su dah ditabuh. Gaungnya sudah mem bahana ke seantero pelosok Tanah Air. Tahapan-tahapan pemilu sudah berjalan dan kini sedang dalam tahapan kampanye dari sejumlah parpol peserta pemilu. Puncak dari tahapan-tahapan itu adalah saat pencoblosan surat suara yang tinggal beberapa hari lagi.
Meski secara global suasana kam panye masih dikatagorikan aman, namun riak-riak kecil berupa bentro kan dan pelanggaran masih saja terjadi.
Kita semua berharap agar seluruh tahapan pemilu kali ini dapat terlak sana dengan baik: Lancar, jujur, adil dan aman sehingga rasa cemas sebagian orang menjelang masa kampanye tidak menjadi kenyataan.
Bekas luka dari berbagai peristiwa kerusuhan di Kupang, Ambon, Sam bas, Aceh dan daerah lainnya ma sih terasa mengenaskan kita semua.
Peristiwa-peristiwa tersebut nyaris mencabik-cabik integritas bangsa ini. Kita berdoa kepada Allah SWT, semoga peristiwa seperti itu tidak akan terulang lagi di bumi pertiwi ini
Kampanye Anak Kecil
ADA tontonan menarik di televisi Sabtu (22/5) malam lalu. Ketika itu stasiun televisi swasta RCTI mena yangkan sekelompok anak melaku kan arak-arakan menggunakan se peda seperti layaknya orang ber kampanye.
Yang menarik dan begitu menyentuh perasaan kita adalah sikap polos dan keluguan mereka. Melalui keragaman bendera peserta pemilu mereka bergembira serta beroperasi. Ada yang memakai baju Golkar, bertopi PDI Perjuangan dan menyandang bendera tanda gambar PAN. Bahkan ada juga yang mengayuh sepeda mengenakan kaos PKB dengan membonceng mereka yang menggunakan kaos Partai Keadilan.
Sungguh merupakan pemanda ngan mengasyikkan dan penuh keanehan, persaudaraan serta wujud rasa persatuan dan kesatuan.
Alangkah sejuknya hati kita jika para orangtua dapat menonton cara "kampanye" anak-anak kecil ini. Ke dati berlainan partai, masih bisa memelihara persaudaraan (ukhuwwah) di antara mereka. Rasa persatuan dan kesatuan mereka tetap ada dan terpateri di lubuk hati yang dalam.
Jika kita mau merenung lebih jauh, maka sesungguhnya manusia itu diciptakan Allah SWT agar selalu menjaga dan memelihara persatu an dan kesatuan..
Bahkan tak satu agama mana pun di dunia ini yang menyuruh umat atau para pengikutnya berpecah belah, memusuhi agama lain apalagi sampai bermusuhan hanya karena berlainan partai.
Agama Islam secara jelas nyata menganjurkan umatnya untuk selalu memelihara perdaudaraan, yang di dalam bahasa Alquran disebut ukhuwwah.
Simaklah firman Allah dalam Surat Al-Hujuray 10 yang artinya: "Sesung guhnya orang-orang beriman itu adalah bersaudara. Maka pelihara dan perbaikilah rasa persaudaraan."
Silaturahmi
Selain memelihara persaudaraan, kita juga dianjurkan untuk selalu memelihara silaturahmi. Bukan sekedar memelihara silaturahmi sesama muslim, Allah SWT juga menganjurkan kita untuk melaku kan silaturahmi dengan pemeluk agama lain.
Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku etnis dan agama adalah bersaudara. Dan persauda raan itu harus dipelihara, meski da lam situasi dan suasana apapun, teasuk dalam suasana pesta de mokrasi seperti sekarang ini.
Umat Islam yang jumlahnya ma yoritas hendaknya selalu menjadi sumber integritas kepribadian yang mampu memancarkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Justru dengan kita berbeda agama, suku atau partai makin mempererat tali persaudaraan antar sesama.
Pemilu tahun 1999 ini adalah pemi lu yang benar-benar strategis. Pemi lu kali ini merupakan salah satu agenda penting dari reformasi yang harus kita sukseskan dalam upaya mewujudkan Indonesia Baru.
Reformasi adalah perubahan, dalam tuntunan Islam berarti perubahan dari hal yang tidak baik kepada yang baik. Perubahan dari hal-hal yang batil kepada hal-hal yang hak (benar). Maka itu, umat Islam Indonesia harus punya tang gungjawab menyukseskan Pemilu 1999 ini.
Sukses pemilu itu bukan semara-mata sukses memilih atau menen tukan para wakil rakyat dan atau pemimpin bangsa, akan tetapi lebih dari itu, pemilu kali ini juga meru pakan uji coba pelaksanaan demok rasi dimana kedaulatan rakyat be tul-betul diutamakan.
Dalam menyukseskan pemilu, seo rang muslim Indonesia akan selalu bertindak bijakssna, saling meng hormati meski berlainan partai dan tak mau melakukan tindakan-tin dakan yang akan merusak rasa persatuan dan kesatuan. Ukhuwwah Islamiyah harus selalu dikedepankan, juga ukhuwwah sesama bangsa.
Mari kita hindari sifat saling menge jek karena sifat yang demikian ini sangat dibenci oleh Allah SWT sesuai firman-Nya :
"Hai orang-orang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain. Boleh jadi mereka yang diolok-olok itu lebih baik dari mereka yang mengolok-olok." (QS Al Hujurat 11).
Petunjuk Allah
Islam melarang keras umatnya melakukan perbuatan-perbuatan yang merusak di muka bumi, terutama merusak milik saudara-saudaranya sendiri sesama bangsa Indonesia.
Dalam berkampanye, tunjukkanlah jati diri kita sebagai seorang mus lim yang tidal mudah terpancing oleh hal-hal yang menjurus pada perpecahan.
Tunjukkanlah kita adalah seorang muslim yang tegar dan teguh pen dirian (istiqomah). Artinya, tidak mudah tergoda bujuk dan rayu
an dari pihak-pihak yang menging inkan bangsa ini tercabik-cabik.
Sebagai seorang muslim, kita harus selalu berpegang pada petunjuk Allah, yakni Alquran dan Sunnah Rasulullah. Berpolitik boleh, tapi jangan mengorbankan, melecehkan agama.
Seandainya ada kebetulan seorang jurkam, janganlah mengubar janji yang kira-kira anda tidak mampu menepatinya. Boleh melantunkan ayat-ayat suci Alquran, tetapi harus pada tempatnya dan anda sendiri mengerti maksud dari firman Allah SWT tersebut.
Jika anda sebagai orang biasa, jadi lah muslim Indonesia yang tahu akan hak dan kewajibannya. Mem berikan suara adalah hak kita se bagai warga negara yang baik, terserah kontestan mana yang menjadi pilihan kita.
Sebagai seorang muslim janganlah kita bersikap Golput karena orang yang Golput tidak mengerahui hak dan kewajibannya.
Mari kita sukseskan pemilu dan ki ta pelihara selalu rasa persatuan dan kesatuan serta ukhuwwah Islamiyah. (11)
____
(11)
• HU Sriwijaya Post edisi Selasa, 1 Juni1999
• Tulisan ini bersumber dari buku 'Me ngenal dan Mengembangkan Jurna listik Dakwah' karya H Mua zim Sya ir, cetakan pertama, 2011, diterbit kan oleh Universitas Muham madi yah Palembang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar