Jumat, 03 Mei 2019

Lafadz Allah dalam Surah Al-Baqarah (19)

Lafadz Allah dalam Surah Al-Baqarah (19)

By aminuddin





82. Ayat 165 :

"Waminannaasi mayyattahikhizu min duunillaahi andaadaayyu hib buunahum kahubbillaah. Walla ziina aamanuu asyaddu hubbal lillaahi walau yaraallaziina dhalamuu izyaraunal 'azaaba annalquwwata lillaahi jamii'aa. Wa annallaaha syadiidul 'azaab."

(Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu (43) mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

83. Ayat 167 :

" ... Kazaalika yuriihimullahu a'maalahum hasaraatin 'alaihim. Wamaa hum bikhaarijiina minan naar."

(... Demikianlah Allah memperli hatkan kepada mereka amal perbu atannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka).

84. Ayat 169 :

"Innamaa yakmarukum bissuu-i wal fahsyaa-i wa an taquuluu 'alallaahi maalaa ta'lamuun."

(Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, da mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui).

85. Ayat 170 :

"Waizaa qiilalahumut tabi'uu maa anzalallaah ..."

(Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah ...).

86. Ayat 172:

"Ya ayuuhal laziina aamanuu kuluu min thayyibaati maa razaqnaakum wasykuruu lillaahi in kuntum iyyaahu ta'buduun."

(Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepa damu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya ke pada-Nya kamu menyembah).

87. Ayat 173 :

"Innamaa harrama 'akaikumul maitata waddama walahmal khinziir. Wamaa uhilla bihii lighairillaah. Famanidhthurra ghaira baaghiw walaa 'aadin falaa itsma 'alaihi.  Innallaaha ghafuururrahiim."

(Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah (44). Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas), maka tidak ada dosa baginya. Sesung guhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).

88. Ayat 174 :

"Innallazina yaktumuuna maa anzalallaahu minal kitaabi wayasytaruuna bihii tsamanan qaliila. Ulaaika maa yakkuluuna fii Buthuunihim illan naara wala yukallimuhumullaahu yaumal qiyaamati walaa yuzakkihim walahum 'azaabun aliim."


(Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang se dikit (murah), mereka itu sebenar nya tidak memakan (tidak mene lan) ke dalam perutnya melainkan api (45), dan Allah tidak akan ber bicara (46) kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih).

89. Ayat 176 :

"Zaalika biannallaaha nazzalal kitaababil haq ..."

(Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran ..)


90. Ayat 177 :

" .. Walaakinnal birra man aamana billaahi wal yaumil aakhiri .."

(... Akan tetapi sesungguhnya ke baktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian ...).


91. Ayat 181 :

"Faman baddalahuu ba'da maa sami'uhuu fa-innamaa itsmuhuu 'alaal laziina yubaddiluunahuu. Innallaaha samii'un 'aliim."


(Maka barangsiapa yang mengu bah wasiat itu, setelah ia mende ngarnya, maka sesungguhnya dosa nya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).


92. Ayat 182 :

" (Akan tetapi) barangsiapa khawa tir terhadap orang yang berwasiat itu, berlaku berat sebelah atau ber buat dosa, lalu ia mendamaikan (47) antara mereka, maka tidaklah ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).













_____
(43). Yang dimaksud dengan orang yang zalim disini ialah orang-orang yang menyembah selain Allah.

(44). Haram juga menurut ayat ini daging yang berasal dari sembeli han yang menyebut nama Allah tetapi disebut pula nama selain Allah SWT.

(45). Maksudnya ialah makanan yang dimakannya yang berasal dari hasil menyembunyikan ayat-ayat yang diturunkan Allah SWT, menye babkan mereka masuk neraka.

(46). Maksudnya : Allah SWT tidak berbicara kepada mereka dengan kasih sayang, tetapi berbicara de ngan kata-kata yang tidak menye nangkan.

(47). Mendamaikan ialah menyuruh orang yang berwasiat berlaku adil dalam mewasiatkan sesuai dengan batas-batas yang ditentukan syara'.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar