Kamis, 30 Mei 2019

Peluk Aku Ya Allah (8)

Peluk Aku Ya Allah (8)
Oleh Wak Amin






"HEI .. Hadapi gue!"

Marah, pria bertopeng itu mengejar Jenderal Fauzi sambil melepaskan tembakan.

Kolonel Ihsan tak tinggal diam. Dia kejar sementara Zainab ditinggal dekat jalan mengarah ke dapur.

Kemana Jenderal Fauzi?

Tak kemana-mana ..

Ketika si pria bertopeng mendekat ke  gudang, Jenderal Fauzi mele paskan tendangan ke arah perut sebanyak dua kali.

Lawan terjengkang ..

Kolonel Ihsan yang datang kemudi an, tak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Ia angkat lalu lempar tubuh kurus tinggi itu ke tembok. Terdengar era ngan sedikit. Tapi hanya sebentar karena beberapa saat kemudian se buah pisau kecil dilepaskan dan nyaris mengenai muka Kolonel Fauzi.

Si pria melompat ke balik tembok. Kolonel Ihsan berusaha mengejar. Namun tak berhasil. Kehilangan jejak ...

"Biarkan dia pergi Kolonel," kata Jenderal Fauzi.

"Ya Om. Kalau Om pergi Zainab gimana?"

"Kan ada Kakek Fauzi." Gurau Kolonel Ihsan.

"Tapi Kakek kan udah tua Om." Ja waban polos  Zainab ini membuat Kolonel Ihsan dan Jenderal Fauzi tertawa.

"Meskipun Kakek udah tua," kata Jende ral Fauzi, "Kakek bisa nyanyi dong Zainab."

Zainab ketawa ...

"Coba nyanyi Kek. Zainab ingin sekali mendengarnya."

"Baiklah."

Sang Jenderal membisikkan sesua tu pada Kolonel Ihsan.

Sang Kolonel bersiap. Dia bergaya bak gitaris tengah beraksi di atas panggung.

Dari mulutnya terdengar suara peti kan gitar, disusul luncuran syair la gu yang didendangkan Jenderal Fauzi ...



موجوع قلبي

 والتعب بيه

من اباوع على روحي

ينكسر قلبي عليه

تعبان وجهي

وعيوني قهرتني


دنيا شلت حال حالي

وبحياتي كرهتني


كرهت الحب

ماريده دمرني

طيب اني وادري طيب لهالحال وصلنى


موجوع قلبي,, والتعب بيه
من اباوع على روحي,, ينكسر قلبي عليه
كل يوم صدمه اقوى من اللي قبلها


اني واصل بالشدايد شده محد واصل الها


محد وقفلي من كنت محتاج وقفه


الصلابه بهالناس مدري هاي الدنيا صلبه


دخيل الله من الدنيا من العالم


ربي خلي هذا همي نهاية كل ظالم


Karena senang, Zainab ikut juga ber nyanyi, berdendang ria. Sesekali dia berjoget membuat terharu dan tak jub Jenderal Fauzi dan Kolonel Ih san.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar