Lafadz Muhammad dalam Surah Muhammad
Oleh aminuddin
1. Ayat 2 :
"Wallaziina aamanuu wa'amilushshaalihaati wa aamanuu bimaa nuzzila 'ala muhammadiw wahuwal haqqu mirrobbihim. Kaffara 'anhum sayyi-aatihim wa ashlaha baalahum."
(Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan amal-amal yang saleh serta beriman (pula) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang hak dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka).
2. Ayat 13 :
"Waka-im min qaryatin hiya asyaddu quwwatan min qaryatikal latii akhrajatka. Ahlaknaahum falaa naashira lahum."
(Dan betapa banyak negeri-negeri yang (pendukungnya) lebih kuat da ri (penduduk) negerimu (Muham mad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mere ka; maka tidak ada seorang peno longpun bagi mereka).
Catatan :
Surah Muhammad menerangkan keadaan orang-orang kafir dan orang-orang mukmin di dunia dan akherat serta menyatakan perbe daan keadaan mereka dan hasil yang mereka peroleh.
Surah ini juga menerangkan tenta ng hukum perang dan cara orang-orang mukmin menghadapi orang-orang kafir.
Pada kedua surah ini : Muhammad dan Al Fat-h (sesudah Surah Mu hammad) ada penjelasan mengenai orang-orang mukmin yang ikhlas dan orang-orang musyrik serta munafik.
Pada Surah Muhammad terdapat perintah agar meminta ampun kepada Allah SWT, sedangkan pada Surah Al Fat-h disebutkan janji Allah bahwa orang-orang mukmin yang beramal saleh akan mendapat ampunan dan pahala yang banyak dari Allah SWT.
Pada Surah Muhammad diperin tahkan supaya Muhammad SAW memerangi musuh-musuh Allah, sedang dalam Surah Al Fat-h dinya takan bahwa Allah akan memberi kan kemenangan kepada Muham mad SAW.
Asbabun Nuzul
“Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menyesatkan perbuatan-perbuatan mereka. Dan orang-orang mu’min dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.” (Muhammad: 1)
Sebab Turunnya Ayat :
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, “Adapun yang dimaksud dalam ayat, ‘Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menyesatkan perbuatan-perbuatan mereka.,’ adalah penduduk kafir Quraisy Mekah, sementara yang dimaksud dalam ayat 2, ‘Dan orang-orang mu’min dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad…,’ adalah orang-orang Anshar.”
Lalu ...
“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.” (Muhammad: 4)
Sebab Turunnya Ayat:
Tentang ayat 1 tadi, ‘Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menyesatkan perbuatan-perbuatan mereka, dari Qatadah diriwayatkan, “Menurut informasi yang sampai pada kami, ayat ini turun pada saat terjadinya Perang Uhud. Pada saat itu, Rasulullah tengah berada di lereng bukit, setelah banyak di antara pasukan kaum muslimin yang terluka dan terbunuh.
Ketika itu orang-orang musyrik meneriakkan, ‘Terpujilah Hubal!’ Sementara umat Islam membalas nya dengan teriakan, ‘Allah lebih terpuji dan agung.’ Orang-orang musyrik lalu berkata, ‘Sesungguhnya kami memiliki al-Uzza sementara kalian tidak.’
Rasulullah SAW lantas berkata kepada para sahabatnya, ‘Katakanlah, Allah adalah Pelindung kami sementara kalian tidak memiliki pelindung. Sesungguhnya orang-orang yang saat ini meninggal tidak sama statusnya. Mereka yang terbunuh dari pihak kami tetap hidup (di sisi Allah) dan mendapat limpahan rezeki, sementara orang-orang kalian yang terbunuh akan diazab di neraka.'”
Kemudian ..
“Dan betapa banyaknya negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari pada (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka, maka tidak ada seorang penolongpun bagi mereka.” (Muhammad: 13)
Sebab Turunnya Ayat:
Abu Ya’la meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang berkata, “Tatkala Rasulullah berada di dekat gua (Tsur), setelah keluar dari Mekah, beliau lantas menatap ke arah Mekah seraya berkata, ‘Engkau adalah negeri yang paling saya cintai. Sekiranya pendudukmu tidak mengusir saya, niscaya saya tidak akan keluar.’ Allah SWT lantas menurunkan ayat ini.”
Ayat selanjutnya ...
“Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu orang-orang berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi): “Apakah yang dikatakannya tadi?” Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.” (Muhammad: 16)
Sebab Turunnya Ayat:
Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Ibnu Juraij yang berkata, “Orang-orang mukmin dan munafik sama-sama berkumpul di majelis Rasullah. Adapun orang-orang yang beriman maka mereka dengan serius mendengarkan dan menghayati apa-apa yang disampaikan Rasulullah. Hal ini berbeda dengan orang-orang munafik yang hanya sekadar mendengarkan namun tidak menghayatinya. Itulah sebabnya, ketika telah berada di luar, mereka lantas bertanya kepada orang-orang mukmin, ‘Apa yang tadi ia (Rasulullah) katakan?’ Terhadap sikap mereka tersebut, turunlah ayat ini.”
Allah SWT berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.” (Muhammad: 33)
Sebab Turunnya Ayat :
Ibnu Abi Hatim dan Muhammad bin Nashr al-Maruzi dalam kitab ash-Shalaat meriwayatkan dari Abu Aliyah yang berkata, “Pada awalnya, para sahabat Rasulullah berpendapat bahwa dosa tidak berdampak (pada keimanannya) selama seseorang telah mengucapkan syahadat, “Tiada Tuhan selain Allah,” sebagaimana sebuah amal saleh tidak diterima jika pelakunya mempersekutukan Allah.
Setelah itu, turunlah ayat, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu.’ Barulah kemudian mereka merasa cemas bahwa dosa akan dapat menghapus kebaikan yang dilakukan.” (1)
_____
(1)
- Sumber: Diadaptasi dari Jalaluddin As-Suyuthi, Lubaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul, atau Sebab Turunnya Ayat Al-Quran, terj. Tim Abdul Hayyie (Gema Insani), hlm. 511 – 514.
- (https://www.al islanu.com > asbabun nuzul ..)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar